Di era kini, hidup di daerah perkotaan kian hari makin didera hiruk pikuk dan dinamika kehidupan yang padat. Sehingga intensitas sosialisasi antar warga sangat minim. Maka sangat tepat ketika dibangun Mushola. Pasal, selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi menjalin ukhuwah Islamiyah maupun interaksi sosial antar warga.
“Fungsi masjid dan mushola pada zaman Nabi Muhammad SAW, tidak hanya untuk ritual ibadah sholat saja. Tapi juga digunakan untuk musyawarah dalam mencari solusi atas segala persoalan yang mengemuka,” ujar Ketua Panitia Pembangunan Mushola Al Ikhlas Perumahan Kota Baru Kelurahan Brebes Ahad (10/1).<>
Setidaknya, kata Suwasto, dengan dibangunan Mushola warga setiap saat bisa saling menjalin silaturohmi ketika sholat berjamaah. Sehingga kebekuan dan sikap tidak saling peduli, berubah menjadi mencair karena sehati, satu saudara Islam. “Kita ini satu saudara islam wal muslimin,” tuturnya.
Terbukti, lanjutnya, sejak awal pembangunan pada Juli 2009 seluruh warga saling cancut tali wanda (gotong royong, red). Hasilnya, Mushola yang diberi nama Al Ikhlas itu dalam waktu yang relative singkat cepat berdiri. “Hari ini saja, saat pemasangan Mustaka (Kubah) Mushola antusias warga untuk bergotong royong sangat tinggi,” paparnya. (was)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua