Di Malang, PMII Gelar Aksi Damai dan Istighotsah
NU Online · Kamis, 18 April 2013 | 20:36 WIB
Malang, NU Online
Aksi demonstrasi yang dilakukan lebih dari 200 Keder Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Rabu (17/4) berlangsung unik. Tidak seperti aksi pada umunya, aksi kali ini diwarnai potong tumpeng dan istighotsah di Balai Kota.<>
Tidak ada bentrok fisik yang terjadi antara Mahasiswa dan polisi seperti yang terjadi belakangan. Gabungan Mahasiswa Malang ini berjalan beriringan bersama polres Malang dari alun-alun kota menuju balai kota, JL Tugu no 1, Malang.
Beberapa gabungan Mahasiswa Malang ini berdemo di depan Balai kota untuk memperingati hari lahir PMII yang ke 53.
“Kami di sini melakukan aksi damai, dan menunjukkan konsistensi kita untuk terus mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Fauzan, Mahasiswa UIN Maliki Malang dalam orasinya. “NKRI harga mati !!!!” serunya ditimpali lagu kebangsaan bersama.
Dwi Fitri Wiyono, ketua PC PMII Kota Malang, mengungkapkan bahwa PMII ke depannya akan terus melakukan manuver-manuver cantik untuk menyiapkan bibit unggul Generasi Nusantara, “Kami akan terus mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat,” tandasnya.
Dalam aksi damai itu, terlihat polisi dan mahasiswa saling bahu-membahu. Pasalnya, setelah melakukan orasi secara bergilir, polisi membantu awak demonstran mengangkat tumpeng sebagai sajian harlah PMII yang ke 53.
Bahkan, potongan tumpeng pertama diberikan pada perwakilan polres Malang oleh Dwi sapa akrab Dwi Fitri Wiyono. Sebelumnya, para demonstran melakukan Istighosah bersama dan sholawat untuk para leluluhur dan Founding Fathers PMII.
Para aktivis pergerakan itu bubar secara tertib pukul 12.30, dengen tetap mengibarkan bendera kuning biru itu, mereka melakukan konvoi hingga JL Ijen, untuk selanjutnya pulang secara beraturan ke tempat kos masing-masing Mahasiswa.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Diana Manzila
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua