Festival Arakan Sahur, Wisata Religi dengan Musik Tradisional di Kuala Tungkal Jambi
NU Online · Rabu, 26 Maret 2025 | 17:00 WIB
Syarif Abdurrahman
Kontributor
Tanjung Jabung Barat, NU Online
Ramadhan di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi terasa berbeda setiap malam Ahad, hal ini dikarenakan ada Festival Arakan Sahur, sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak lama setiap Ramadhan.Â
Warga Kuala Tungkal, Humaidatul Hamidah mengatakan, setiap malam Ahad ribuan masyarakat memadati alun-alun dan sepanjang jalan di Kuala Tungkal untuk menikmati wisata religi gratis bagi semua kalangan.Â
"Festival ini awalnya untuk membangunkan orang sahur dengan beduk, sekarang pukul 22.00 WIB sudah mulai ramai. Saya tadi mengajak keponakan dari Jawa untuk main ke sini," jelasnya, Ahad (23/03/2025).Â
Hamidah menambahkan, kegiatan ini telah berlangsung cukup lama, bahkan menurut cerita dari sesepuh, acara tersebut sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia dan baru tercatat di tahun 1966 sebagai festival rakyat yang kemudian terus dilaksanakan turun temurun sampai sekarang.Â
Seiring perkembangan zaman dan kreativitas, Festival Arakan Sahur sekarang menjadi ajang untuk menampilkan berbagai model beduk dan hiasan. Alat yang digunakan tidak hanya beduk dan kentongan, tapi juga melibatkan berbagai jenis alat musik.Â
Para peserta berlomba memainkan sebuah kreativitas yang menampilkan kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong yang kental terasa di setiap langkah kaki peserta.
"Dulu hanya beduk saja, sekarang sudah banyak hiasannya, ada lampu hiasan dan ornamen lainnya,"katanya.
Dikatakan, masyarakat begitu antusias mengikuti Festival Arakan Sahur karena ada musik dan irama dari alat tradisional. Sehingga tanpa terasa, Â beberapa masyarakat mengikuti irama musik-musik yang khas dan menggetarkan.Â
"Peserta Festival Arakan Sahur berasal dari sekolah, organisasi masyarakat, pemuda masjid atau musala sekitar Kuala Tungkal. Untuk menarik perhatian, mereka membuat maskot dan ornamen yang unik. Ada yang berbentuk masjid, Al-Qur'an," ungkap Humaidatul.Â
Menurutnya, Festival Arakan Sahur memperebutkan piala bergilir dan hadiah yang cukup besar. Hal tersebut membuat antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk menjadi yang terbaik.Â
Selain Festival Arakan Sahur, masyarakat juga disuguhkan berbagai macam jenis makanan dan minuman sepanjang jalan yang dilewati peserta. Harganya pun cukup beragam dan tidak mahal.Â
"Selain mata dan telinga dimanjakan oleh Festival Arakan Sahur, lidah juga dimanjakan dengan berbagai jenis kuliner. Satu kesatuan yang saling melengkapi," tutupnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua