Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah
NU Online · Rabu, 10 September 2014 | 14:03 WIB
Jember, NU Online
Manusia wajib menjalankan fungsinya yang mulia, yaitu sebagai abdullah dan khalifatullah. Sebagai abdullah, manusia dituntut beribadah kepada Allah. Sebagai khlaifatullah, manusia dituntut untuk memperlakukan bumi dan sisinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban Islam.
<>
Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, KH. Misbahussalam saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus MWCNU Bangsalsari, Selasa (9/9).
Menurut H. Misbah, sapaan akrabnya, peran manusia sebagai abdulah dan khlafifatullah harus seimbang dan selaras. "Itulah yang dimaksud dengan tawazun dalam prinsisp-prinsip NU. Dan itulah tujuan kita bergabung dengan NU; menjalankan fungsi kita sebagai abdullah dan khalifatullah," ucapnya.
Sedangkan tujuan yang kedua, tambahnya, adalah menjalani hidup sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sehingga selamat di dunia dan akhirat, berkumpul dengan para ulama di surga-Nya kelak. H. Misbah mengakui, point yang kedua ini terdengar klasik, tapi justru itulah yang sejatinya menjadi tujuan semua manusia. "Kita semua ingin sukses di dunia dan selamat di akhirat," ucapnya.
H. Misbah menambahkan, warga nadhliyyin juga dituntut untuk membela dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dikatakannya, tegaknya NKRI tidak lepas dari usaha dan perjuagan para ulama NU. "Sehingga kita selaku warga NU, wajib menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.
Acara pelantikan itu sendiri digelar di lapangan Curahcabe, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, persis di depan Gedung MWCNU Bangsalsari yang baru selesai dibangun.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, anggota Muslimat NU, Fatayat, GP. Anshor dan para pengasuh Pondok Pesantren se-Kecamatan Bangsalsari. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin oleh H. Misbah. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua