PGMI Unusia Gelar FGD II Reviu Kurikulum Berbasis OBE, Perkuat Kompetensi Lulusan Abad 21
NU Online · Rabu, 17 Juni 2026 | 06:00 WIB
Jakarta, NU Online
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar Focus Group Discussion (FGD) II dalam rangka reviu kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.
FGD menghadirkan Ketua PD-PGMI Indonesia, Andi Prastowo sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga diikuti Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Ketua LPPMI, Ketua UPM FKIP, Ketua Program Studi PGMI, dosen PGMI, serta perwakilan dosen Program Studi Psikologi Unusia.
Ketua Program Studi PGMI Unusia, Asna Lutfa menjelaskan bahwa reviu kurikulum mengusung tema Penguatan Kurikulum PGMI yang Adaptif dan Inovatif melalui Kurikulum OBE dengan Pendekatan Abad 21.
Menurutnya kurikulum yang adaptif harus disusun berdasarkan analisis kebutuhan mitra dan pengguna lulusan. Sementara aspek inovatif diwujudkan melalui penerapan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam proses pembelajaran.
“Melalui kurikulum berbasis OBE, diharapkan lulusan PGMI memiliki kompetensi abad ke-21 yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Dekan FKIP Unusia, Dede Setiawan menyampaikan bahwa FGD II memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi dinamika pendidikan dasar yang semakin kompleks.
“Lulusan PGMI harus memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang kuat, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, komunikasi yang efektif, serta kemampuan berkolaborasi dan memiliki kepekaan sosial terhadap perkembangan peserta didik. Implementasi OBE bukan sekadar perubahan struktur kurikulum, melainkan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian lulusan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unusia, Fathu Yasik berharap kurikulum PGMI berbasis OBE mampu memperkuat integrasi keilmuan sekaligus memperjelas posisi keilmuan PGMI secara filosofis dan akademik.
Ia menekankan pentingnya penguatan Body of Knowledge (BOK) dalam bidang ilmu keguruan, pendidikan, dan pendidikan Islam. Selain itu, kurikulum diharapkan mampu mengakomodasi isu pendidikan berkelanjutan, termasuk pendidikan ramah anak di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan kekerasan terhadap anak.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pengembang Kurikulum PGMI Unusia, Putri Utami Ramadhan, M.Pd., menyampaikan laporan penyusunan kurikulum OBE. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan sebagai bentuk pemutakhiran yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025.
FGD II ini merupakan tindak lanjut dari FGD I yang telah dilaksanakan pada 28 Agustus 2025 dengan melibatkan mitra, pengguna lulusan, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum PGMI Unusia.
Pada sesi inti,Andi Prastowo memaparkan materi tentang urgensi redesain kurikulum berbasis OBE dan kerangka kerja (OBE Framework). Diskusi dipandu oleh Widya Rahmawati Al-Nur.
Melalui FGD II tersebut, berbagai masukan dan rekomendasi yang diperoleh akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen kurikulum PGMI berbasis OBE. Tim Pengembang Kurikulum bersama mitra dan pimpinan universitas diharapkan terus membangun kolaborasi untuk menghasilkan kurikulum yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
4
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
5
Data Hilal Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H
6
Refleksi Tahun Baru Hijriah, Saatnya Menagih Tanggung Jawab Pemerintah
Terkini
Lihat Semua