Yogyakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama priode 2015-2019 untuk lebih memperhatikan kaderisasi.
<>
Ketua PW GP Ansor DIY H. Fairuz Ahmad mengatakan, kaderisasi harus menjadi prioritas karena menjadi terdepan bagi masa depan jam'iyah.
Kaderisasi saat ini, lanjut Fairuz, masih bersifat temporal. Ada program kaderisasi dari PBNU hanya beberapa kali dan bersifat persoal.
"Ini akan menjadi lebih baik jika dirumuskan sehingga menjadi jelas bagi umat,” katanya selepas Pengajian PWNU DIY, Ahad (23/8).
Selain kaderisasi, ia meminta PBNU agar bidang pendidikan lebih diperhatikan. "Pendidikan, kita punya LP Maarif," Jelasnya. LP Maarif, lanjut Fairuz, harus mendapat dukungan dari seluruh jam'iyah. Karena selama ini yang aktif yang mendorong dinamika di Ma’arif hanya NU.
"Kami Gerakan Ansor pasca-Muktamar ini, khususnya bagi DIY, memprioritaskan program untuk mendukung keberlangsungan dari program-program di Ma’arif. Tentu kita salurkan melalui Ma’arif atau bisa usulan melalui PWNU DIY," Jelasnya, usai menyimak sosialisasi hasil muktamar NU ke-33 yang disampaikan di PWNU DIY.
Dengan terbentuknya pengurus baru di PBNU, ia mengajak masyarakat untuk berkhidmat dan mendukung pengurus yang baru. "Terkait dengan dinamika yang muncul dari Muktamar, kita anggap selesai di Muktamar," tandasnya. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua