IPNU Purworejo Ambil Bagian di "Butuh Expo 2012"
NU Online · Ahad, 21 Oktober 2012 | 04:38 WIB
Purworejo, NU Online
Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Butuh, Purworejo memanfaatkan momentum “Butuh Expo 2012” yang digelar Kecamatan setempat untuk membuka Bazar dengan berbagai produk dan kuliner siap saji.<>
Menurut Faqihudin, Koordinator Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PAC IPNU Butuh, hal itu dikembangkan guna meningkatkan kapasitas kader.
“Selain sebagai upaya menghidupi organisasi, Bazar ini kita buka juga sebagai wahana pembelajaran kader agar nantinya siap menjadi pengusaha ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya kepada NU Online, Ahad (21/10).
Dikatakan, mereka membuka beberapa stand yang kesemuanya dikelola oleh kader-kader IPNU dan IPPNU. “Kita membuka tiga stand yang masing-masing menjual buku-buku ilmiah dan keagamaan, pakaian batik dan kedai kopi dengan berbagai makanan siap saji,” Imbuhnya.
Terpisah, Zainul Muttakin selaku Sekretaris PAC IPNU Butuh juga mengatakan bahwa omzet yang diterima cukup lumayan. “Alhamdulillah, dari kedai kopi saja setiap harinya bisa masuk Rp.300.000,-, belum ditambah dengan dua stand lainnya,” ungkap mahasiswa STAINU Purworejo tersebut.
“Ini lumayan, sebagai pembelajaran kepada kami untuk lebih menghargai proses’imbuhnya.
Ahmad Naufa, ketua PC IPNU Purworejo yang sidak dilokasi memberi dukungan penuh kepada para rekan-rekannya. “Kami mengapreisiasi penuh usaha rekan dan rekanita. Jangan lihat hasilnya berapa, namun proses ini akan menjadi pembelajaran bagi masa depan kalian ketika terjun di masyarakat, utamanya dalam berwirausaha” tuturnya ditengah kader-kadernya.
Pemuda dan Pemudi, lanjut Naufa, selain harus cakap di bidang intelektual juga harus berpikir bagaimana mandiri secara sekonomi.
“Kita jangan terlalu bergantung kepada pengusaha, politik atau pegawai pemerintah. Harus ada kader yang memilih dunia wirausaha, mengingat ketiga sektor tersebut sudah terlalu banyak yang mengisinya, kita perlu alternatif lain. Hal semacam ini penting dan hasilnya akan dirasakan lima sampai sepuluh tahun mendatang,” imbuh Naufa.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Jumadi
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua