Jember, NU Online
Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dengan Islam. Sebab di manapun ditegakkan, Islam punya komitmen yang tinggi untuk menebar kedamaian dan melindungi siapapun. Demikian diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin dalam acara DIAGRA (dialog agama via udara) di masjid Jamik Al-Baitul Amin, Jember, Jawa Timur, Ahad (2/6).
Menurutnya, sejak awal diturunkan Islam memang mengusung misi perdamaian dan kemanusiaan. Kesempurnaan Akhlaq yang menjadi target dari diutusnya Nabi Muhammad SAW ke alam dunia, muaranya adalah perdamaian. Sebab tidak ada kedamaian ketika manusia di muka bumi ini jauh dari akhlaq.
Katanya, Islam tidak ada setitik pun ajarannya yang mengandung kebencian, manganjurkan pemusuhan dan sejenisnya. Justru hak-hak muslim dan non muslim selalu dlindungi, sama rata dan sama rasa. Jadi penegasan bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam, nyata adanya.
“Dalam surat al-Ambiya’ redaksi ayatnya jelas, wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil’alamin, bukan lil muslimin. Jadi bunyi redaksinya rahmat untuk alam, bukan (hanya) untuk umat Islam. Jadi islamophobia (takut kepada Islam) tak perlu terjadi jika mereka paham ajaran Islam yang sesungguhnya,” tukasnya.
Gus Aab menambahkan, Islam sebagai rahmat bagi alam bisa dilihat dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW sebagaimana yang terdapat dalam piagam Madinah. Nabi Muhammad SAW sangat menjaga dan melindungi hak-hak non muslim. Beliau sampai berkata siapapun yang menyakiti seorang kafir dzimmi, maka dia telah menyakitiku.
“Itu sebuah peringatan keras dari Nabi bahwa jangan sekali-sekali umat Islam menggangu dan menyakiti kafir dzimmi tanpa hak,” tambahnya. Yang dimaksud kafir dzimmi adalah kafir yang tidak mengganggu dan menyerang umat Islam.
Dalam praktik kehidupan sehari-hari, Nabi Muhammad sangat adil dalam memperlakukan non muslim. Misalnya terjadi ketegangan atau katakanlah perkara sengketa antara sahabat dan non muslim, dan posisi si non muslim benar. Maka Nabi tetap membela yang non muslim itu.
“Yang dibela Nabi Muhammd adalah kebenarannya, bukan orangnya. Dan itulah Islam,” ungkapnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua