Jepara, NU Online
Karnaval thongtek yang diselenggarakan Masjid Agung “Baitul Makmur” Jepara, Sabtu malam (20/8) berlangsung meriah. Sebanyak 70 peserta turut memeriahkan kegiatan yang diadakan untuk ke empat kalinya. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Karnaval juga dibanjiri ribuan pengunjung dari seantero kabupaten Jepara.<>
Saat sampai di depan panggung kehormatan, depan pendopo kabupaten, para peserta diberikan waktu beberapa menit untuk menunjukkan kebolehannya di depan Bupati Jepara dan Muspida. Hingga nomor urut 70 mereka beraksi seraya membunyikan thongtek maupun alat musik pendukung yang lain.
“Sahur…sahur…sahur…sahur…,” begitu nada salah satu peserta diiringi dengan thongtek dan alat musik yang lain. Setelah itu, mereka berjalan mengelilingi jalan Protokol.
Menurut keterangan ketua panitia, Mashadi yang diuraikan koordinator lapangan (korlap), Miftahul Huda, thongtek merupakan sarana untuk membangunkan warga yang akan sahur. Sehingga, momentum Ramadhan ini pihaknya menggelar karnaval thongtek karena kegiatan itu sering dilakukan oleh mayoritas warga.
Sedangkan untuk tujuan, Huda mengungkapkan sebagai ajang kreativitas. “Karena ini karnaval tentu peserta akan menunjukkan kreativitasnya masing-masing,” ungkapnya.
Bupati Jepara, H Hendro Martojo dalam sambutannya memaparkan bahwa thongtek merupakan bentuk syiar Islam dan kekhusyukan. “Alhamdulillah karena karnaval thongtek ini merupakan bentuk daripada syiar Islam sehingga Ramadhan kali ini peserta bertambah banyak daripada tahun sebelumnya,” paparnya.
Untuk pengumuman pemenang, lanjut Huda diumumkan pada malam 1 Idul Fitri bersamaan dengan kegiatan Festival Bedug yang diselenggarakan di alun-alun Jepara.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Syaiful Mustaqim
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua