Yogyakarta, NU Online
“Orang yang selalu mendorong saya dalam berwirausaha itu Mbah Warsun. Mbah Warsun itu sangat respek pada santri yang punya jiwa mandiri. Sehingga beliau sering memberikan dorongan dan motivasi.”
<>
Demikian dikatakan H Suhadi Khozin, penasehat HIPSI Yogyakarta, saat ditemui NU Online di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono 41-42, usai mengikuti acara Pembentukan pengurus HIPSI Cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore.
Orang terdekat almarhum Mbah Warsun itu pun menceritakan perjalanan wirausaha yang telah digelutinya sejak lulus SMA, sekitar tahun 1982.
Dikatakan bahwa Mbah Warsun adalah orang yang selalu mendorongnya dalam berwirausaha.
“Saat kuliah pun, Bapak jarang sekali menanyakan kuliahnya bagaimana. Yang ditanyakan justru adalah bagaimana usahanya?” papar H Suhadi sembari berkaca-kaca ketika mengenang pengarang kamus Al-Munawwir tersebut.
Wakil Katib Syuriyah PWNU DIY itu kemudian menyatakan keprihatinannya kepada generasi muda sekarang, dimana mayoritas dari mereka ketika selesai kuliah, bingung akan ‘menjual’ ijazahnya ke mana. Belum lagi ditambah dengan mindset yang terbangun selama ini, bahwa ketika selesai dari sekolah dan kuliah, jadi pegawai, itu sudah selesai.
“Hal seperti itu saja sebenarnya tidak cukup. Maka cobalah berwirausaha, sekecil apapun. Mbah Warsun sering memberikan nasehat untuk berwirausaha dengan dimulai dari usaha-usaha kecil. Istilahnya itu gege mongso, yaitu harus dimulai dari kecil dan bertahap, tidak perlu langsung besar,” tandasnya.
Pemilik usaha sablon LU Grafika Yogyakarta tersebut berharap, dengan adanya pembentukan pengurus HIPSI Yogyakarta nantinya dapat muncul kemandirian dari santri, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Agar nantinya juga memiliki kemandirian berfikir.
Kemudian, ia pun berpesan kepada generasi muda NU yang akan atau sedang menekuni bidang wirausaha, tentang empat hal. Pertama, agar memunculkan jiwa kemandirian yang dilandasi oleh motivasi yang kuat, amanah serta istiqamah. Kedua, harus ada keseriusan untuk melangkah dalam usaha, sekecil apapun. Ketiga, tidak usah terlalu bermimpi yang tinggi-tinggi dahulu.
“Yang terakhir, orang berwirausaha itu harus tahan banting,” pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
5
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
6
Karhutla Bersamaan di 7 Provinsi, Puluhan Hektare Lahan Hangus
Terkini
Lihat Semua