Solo, NU Online
Masjid Jami’ As-Segaf Pasar Kliwon, Solo melestarikan tradisi menjamu pengunjung masjid itu dengan kopi Arab saat berbuka puasa selama Ramadhan.<>
Wakil Ketua Takmir, Umar, Ahad (21/7), mengungkapkan tradisi bagi-bagi kopi Arab sudah ada sejak masjid ini berdiri. Pada hari biasa, kopi arab juga dibagikan kepada para pengunjung masjid namun tidak setiap hari.
“Ini sudah tradisi di sini, kami membagikan kopi kepada para mengunjung masjid. Selama Ramadan, kegiatan ini dilakukan setiap hari menjelang buka puasa,” ungkapnya.
Selain membagi kopi, pihak takmir, lanjut Umar juga menyediakan menu makanan untuk berbuka puasa secara gratis. Di masjid ini, kata dia, tersedia dapur umum yang menjadi tempat memasak kopi serta makanan untuk buka puasa.
Masjid Assegaf yang lokasinya berada di perkampungan Arab ini memang memiliki tradisi membagikan menu berbuka puasa bernuansa Arab kepada pengunjung masjid secara gratis, salah satunya kopi Arab.
Kepala dapur, Anwar, mengaku kopi Arab mulai diracik sendiri sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, lanjut Anwar, kopi yang dibagikan sudah tinggal mencampur dengan air panas untuk disajikan.
Anwar mengatakan, selama Ramadan, pihak masjid menyiapkan dana Rp300 juta untuk keperluan buka puasa dan pembagian tali asih kepada pengunjung masjid. Dana tersebut merupakan dana kas masjid yang berasal dari para donatur.
“Selain kopi, kami menyediakan 800 bungkus nasi untuk buka puasa setiap hari. Kadang-kadang kami menambah jumlah nasi bungkus untuk antisipasi kurangnya persediaan. Selain menu berbuka puasa, kami juga menyediakan sarung dan perlengkapan salat untuk dibagikan mulai 10 hari sebelum Lebaran,” pungkas Anwar.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua