Lailatul Ijtima’ PCNU Semarang Bahas Buku Bermuatan Wahabi
NU Online · Ahad, 21 September 2014 | 07:04 WIB
Semarang, NU Online
Tradisi lailatul ijtima’ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kota Semarang dihidupkan kembali. Pada lailatul ijtima’ perdana di pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah ini, PCNU Semarang menyorot kasus buku pedoman guru MTs yang merendahkan tradisi ziarah kubur umat Islam.
<>
“Melalui lailatul ijtima’ ini kami memberikan pengetahuan kepada seluruh jama’ah mengenai tradisi dan prinsip NU agar masyarakat dapat menakar kelompok-kelompok Islam radikal,” tutur pengurus PCNU kota Semarang Abidin Ibnu Rush, Sabtu (20/9).
Di hadapan ratusan jama’ah, Abidin menyayangkan kelalaian pihak Kemenag. Meskipun demikian, warga NU harus terus memegang teguh pendirian dalam menjalankan ibadah ziarah yang sudah mentradisi.
Sealur dengan Abidin, Abdul Hamid Suyuti yang menyampaikan taushiyah mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh pelbagai kelompok radikal. “Tradisi ziarah kubur, tahlil harus tetap dilestarikan karena seyogianya hal tersebut telah termuat dalam al-hadits,” kata Abdul Hamid.
Karenanya, mempelajari dan mengamalkan amaliyah NU menjadi penting. “Kalau segelintir orang mengira bahwa ziarah kubur dan tawasulan syirik, berarti orang itu belum mempelajari sumber Islam secara kaffah mulai dari Al-Qur’an, hadist, ijma’, dan qiyas,” tegas Hamid pada forum lailatul ijtima’ perdana yang diawali dengan khatmil Quran. (Rif’ul Mazid Maulana/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua