Depok, NU Online
Saat ini penanganan sampah masih sebatas pada penanganan yang konvensional yaitu sampah ditaruh ditempat terbuka untuk dibiarkan membusuk dengan sendirinya.
<>
Walaupun sudah diusahakan tempat pembuangan disentralisasi di satu kawasan tertentu dengan metode sanitary landfill, namun kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai, karena menjadi sumber polusi udara, dan polusi air serta menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit.
Sebenarnya pengelolaan sampah sebagian dapat dilakukan di tingkat skala rumah tangga, sehingga bisa mengurangi persoalan pengelolaannya, tinggal bagaimana mengajari masyarakat agar bisa mengelola sampah dengan baik. Salah satunya dilakukan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerjasama RW 011 Duren Seribu Bojongsari Depok Jawa Barat mengadakan Pelatihan Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga.
Sebelumnya program ini telah dilakukan LPBI NU di 5 kelurahan di Jakarta yaitu Kedoya Utara, Rawa Buaya, Taman Sari, Cengkareng dan Duri Kosambi.
Suparta Hasbi, lurah Duren Seribu sangat senang atas inisiatif LPBI NU dan RW 11 melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah ini, bahkan RW 11 akan dijadikan pilot project pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, dan nanti akan akan membuat Bank Sampah dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi pilot project di tingkat Kota Depok.
Hal senada juga disampaikan Nurrahmat sebagai tokoh masyarakat dan juga ketua RW 11 mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Peserta pelatihan adalah utusan RT, tokoh masyarakat, PKK, dan unsur kepemudaan yang berjumlah 30 orang.
Selain menfasilitasi pelatihan pengelolaan sampah LPBI NU juga memberikan bantuan alat komposter untuk membuat kompos sekala rumah tangga yang diterima secara langsung oleh Lurah Duren Seribu.
Dalam pelatihan ini ada dua materi yang disampaikan Sampah dan Bencana: Peran NU dalam Pengelolaan Sampah oleh M Wahib dari LPBI NU dan dan Praktek Membuat Kompos Skala Rumah Tangga oleh Lukman dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel). Peserta juga dilatih membuat kerajinan tangan seperti tas, dompet, payung dari bekas sampah plastik kemasan.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua