Mahasiswa STAI Al-Muhamad Gelar Diklat Jurnalistik
NU Online · Senin, 23 Januari 2012 | 13:09 WIB
Blora, NU Online
Untuk menambah ketrampilan bagi mahasiswanya, STAI Al-Muhamad Cepu kampus B Kunduran, menggelar diklat jurnalistik. Acara berlangsung di aula kampus setempat, pada Senin (23/1) ini. Selain mendapat teori, peserta juga diajak praktik di lapangan.
Panitia Pelaksana, Agus Supriyadi dan Imam Ahasan Ahadi mengatakan, diklat jurnalistik tersebut menghadirkan dua nara sumber. Yakni, Muhadi Said, mantan wartawan Amanat, sebuah majalah milik IAIN Walisongo Semarang dan Sholihin Hasan dari jurnalis NU Online Jakarta.
<>
”Melalui diklat jurnalistik ini, mahasiswa diharapkan akan makin terampil dalam membuat tulisan, khususnya tulisan berita,” ujarnya.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam diklat tersebut antara lain teknik wawancara, teknik menulis dan dasar-dasar jurnalistik.
Sementara itu, Muhadi Said selaku nara sumber dalam pelatihan itu mengatakan, diklat jurnalistik merupakan langkah awal bagi seseorang yang ingin menekuni profesi menulis. Untuk sampai ke posisi penulis profesional, masih dibutuhkan banyak tahapan. Karena itu, langkah terbaik untuk menjadi penulis profesional, adalah mahasiswa harus terus berlatih dan berlatih.
”Untuk menjadi penulis profesional tidak bisa diwujudkan secara tiba-tiba. Tetapi keahlian itu bisa diwujudkan setahap demi setahap,” tandas Muhadi yang juga mahasiswa Universitas Nahdhotul Ulama (UNU) Surakarta.
Nara sumber lainnya, Sholihin Hasan menambahkan, di era teknologi komunikasi dan informasi seperti sekarang ini, banyak tempat yang bisa dijadikan untuk menyalurkan hobi menulis. Baik dalam bentuk media online, elektronik maupun media cetak.
”STAI Al-Muhamad sudah memiliki radio FM. Lewat radio itu, mahasiswa bisa menyalurkan bakat jurnalistiknya,” ungkap Sholihin Hs yang juga mahasiswa Pascasarjana UNU Surakarta.
Selain di media elektronik, mahasiswa juga bisa mengembangkan bakat menulis lewat facebook masing-masing. Lewat facebook mahasiwa bisa menjadi jurnalistik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Sehingga status yang muncul tidak asal menulis, tetapi status yang ditulis menggambar informasi yang lengkap.
Menurutnya, keahlian menulis nantinya akan dapat dimanfaatkan saat mahasiswa menulis tugas akhir. Yakni, mengerjakan skipsi. Selain itu, mereka yang memiliki keahlian menulis juga akan memiliki nilai lebih saat mereka terjun di tengah-tengah masyarakat
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua