Tegal, NU Online
Musim hujan mulai menyambangi desa Kabunan kecamatan Dukuhwaru kabupaten Tegal disertai curah hujan yang tinggi dan ini menjadi kepanikan tersendiri bagi para ustadz, santri dan orang tua santri.
Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), tempat menimba ilmu agama bagi anak-anak desa setempat yang berada dekat tebing sungai Cilereng dukuh Kedawung terancam longsor. Bangunan saat ini hanya tinggal berjarak 40 cm dari bibir sungai. Kondisi ini terjadi karena tebing sungai terus terkikis dan longsor saat arus sungai deras ketika turun hujan lebat. Akibatnya, jarak gedung MDA dengan bibir sungai pun semakin dekat.
<>
NU Online meminta keterangan kepada pendiri sekaligus tokoh masyarakat, Chamdan. Rabu (26/1) di kediamanya. Chamdan membenarkan bahwa MDA tersebut memang didirikan berada di tepi sungai karena memang saat itu tanah yang diwakafkan berada di areal tersebut.
“Melihat hal ini kami pun para ustad dan orang tua siswa merasa khawatir dan berharap instansi terkait di Pemkab Tegal segera memperbaiki tebing sungai yang nyaris longsor itu. Jika tidak segera ditanggulangi, tidak lama lagi saat air deras, tebing kembali longsor dan membuat tiga lokal MDA Al Munawaroh ikut terbawa,” harapnya
Dikatakan Chmadan, selain kondisi gedung sekolah yang hanya tinggal berjarak 40 cm dari bibir sungai, yang menghawatirkan lagi juga terkait keselamatan santri saat bermain di dekat tebing. Apalagi, belakangan ini hujan masih terus mengguyur. Bisa saja tebing tak mampu menahan derasnya air dan longsor sambil menyeret bangunan MDA yang berada sangat dekat dengan tebing.
Menurut dia, pihaknya dan sejumlah orang tua siswa hanya berharap dan minta dukungan dari Kades Kabunan Musarofah serta Camat Dukuhwaru Noor Alina Agustina, untuk mengupayakan ke instansi terkait, agar segera mendapat penanganan. “Kades dan Camat sudah melihat langsung dan berencana bakal mengusulkan ke Pemkab Tegal,” ujarnya.
Di sisi lain Kasek MDA Al Munawaroh, Ustadz Nurokhim, menyatakan, pihaknya tidak mampu berbuat banyak karena kondisi itu diakibatkan oleh faktor alam. Namun demikian, pihaknya bersama orang tua santri sudah melaporkan kepada Kades dan Camat setempat.
Untuk sementara waktu, dirinya hanya bisa memperingatkan siswa agar tidak bermain di dekat talud atau tebing sungai yang semakin longsor. “Jarak gedung MDA tinggal 40 cm dari bibir sungai. Untuk saat ini, kami hanya mengantisipasi keselamatan siswa agar tidak bermain di dekat tebing,” tuturnya.
Sementara Kades Kabunan, Musarofah, membenarkan jika dirinya dan Camat Dukuhwaru sudah melihat sendiri dari dekat. Bahkan keduanya menghawatirkan kondisi MDA yang tinggal sejengkal lagi dan suatu saat bisa terbawa oleh longsoran tebing sungai Cilereng. “Mungkin dengan hujan deras yang terjadi saat ini, suatu saat air sungai bisa meluap dan kembali melongsorkan tebing,” ucap Musarofah.
Ditambahkan, salah satu penyebab arus air sering meluap dikarenakan daerah aliran sungai (DAS) itu khususnya di pintu air, menjadi dangkal. Kedangkalan tersebut akibat sedimentasi lumpur dan tanah yang memadai DAS sekitar bendungan. Seperinya itupun perlu mendapat perhatian instansi terkait. “DAS pintu air itu pernah dinormalisai namun 15 tahun lalu,” pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua