PCNU Manokwari Selatan Isi Hari Santri 2026 dengan Aksi Sosial
NU Online · Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Manokwari Selatan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial, mulai dari donor darah, pemeriksaan golongan darah, ziarah makam pendiri NU di Manokwari Selatan, Festival Rebana, hingga pengajian akbar.
Panitia Hari Santri 2026 KBNU Manokwari Selatan, Bisma Indra Raga Jasa menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis (22/10/2026) dengan upacara Hari Santri di halaman SMP YAPIS Oransbari. Upacara tersebut dipimpin Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Manokwari Selatan, Ustaz Budi Syamsudin yang dihadiri siswa SMP YAPIS Oransbari, TK YAPIS Oransbari, serta pengurus PCNU, lembaga, dan badan otonom (banom) Manokwari Selatan.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan, salah satunya dari Pagar Nusa. Pada sore harinya, keluarga besar NU Manokwari Selatan menggelar ziarah ke makam Ustaz Darto Saifudin di halaman PPMQ Al Qalam, Manokwari Selatan, tokoh yang dikenal sebagai pendiri NU di wilayah tersebut.
Menurut Bisma, ziarah menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan almarhum dalam memperkenalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan merintis keberadaan NU di Manokwari Selatan.
“Beliau meninggal sekitar dua tahun yang lalu, jadi kita mengenang jasa-jasa beliau, kami sebagai keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Manokwari Selatan,” ujarnya kepada NU Online, Rabu (21/10/2026).
Dia menjelaskan, Ustaz Darto Saifudin mengawali perjuangannya melalui pendirian majelis zikir sebelum mengajak masyarakat yang mencintai NU untuk membentuk PCNU Manokwari Selatan. Saat itu, NU masih dianggap asing oleh sebagian masyarakat, bahkan menghadapi penolakan dari sejumlah pihak, termasuk tokoh agama.
“Akhirnya, alhamdulillah sekarang NU bisa diterima dan menjadi menjadi jamaah terbanyak juga di sini,” tuturnya.
Memasuki Jumat (23/10/2026), KBNU Manokwari Selatan menggelar donor darah dan pemeriksaan golongan darah mulai pukul 08.00 WIT hingga selesai. Kegiatan yang bekerja sama dengan RSUD Manokwari Selatan ini berlangsung bersamaan dengan Festival Rebana Kelima KBNU Manokwari Selatan di Balai Kampung Margomulyo.
Bisma menjelaskan kegiatan donor darah dilatarbelakangi oleh keterbatasan persediaan darah di rumah sakit setempat. Sementara itu, pemeriksaan golongan darah menyasar siswa sekolah dasar kelas 1, 2, dan 3 yang berdasarkan survei panitia belum memiliki kartu golongan darah atau belum mengetahui golongan darahnya.
“Kemudian, bersamaan dengan Festival Rebana kelima KBNU Manokwari Selatan keduanya dilaksanakan di Balai Kampung Margomulyo. Karena ini kelima kalinya kita mengadakan Festival Rebana yang dimeriahkan oleh remaja putri dan ibu-ibu majelis taklim,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Sabtu (24/10/2026) dengan pengajian akbar dan grebek Maulid. Kegiatan tersebut mengusung tema Hari Santri dari PBNU, yakni “Menguatkan aktradisi menjaga keutuhan negeri”. Ceramah pengajian akbar akan disampaikan Ustaz Muh Nur Khamid dari PCNU Manokwari.
Bisma menegaskan bahwa rangkaian Hari Santri 2026 menjadi bagian dari upaya meneruskan perjuangan pendiri NU sekaligus memperkuat dakwah Islam yang moderat di tengah masyarakat yang beragam.
“Untuk masyarakat Manokwari Selatan, kita hanya ingin mensyiarkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kita ini bisa hidup berdampingan walaupun di sini mayoritasnya itu non-muslim, tapi kita akan terus menumbuhkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
4
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
5
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
6
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
Terkini
Lihat Semua