Daerah

Pelajar harus Memanfaatkan Waktu dengan Baik

NU Online  ·  Senin, 27 Februari 2012 | 05:47 WIB

Pamekasan, NU Online
Manusia hidup tidak lepas dari masa atau waktu. Sikap manusia terhadap waktu menjadi modal utama kebaikan hidupnya, di dunia maupun di akhirat kelak. Dan waktu juga sangat penting bagi manusia untuk beramal baik.

Waktu adalah uang. Ini pepatah bahasa Indonesia yang cukup terkenal. Salah satu contoh yang bisa dihadirkan untuk memudahkan pemahaman terhadap pepatah tersebut ialah penggunaan handphone, misalnya. Paket yang digunakan amat berpengaruh terhadap kesejahteraan penggunanya. Demikian halnya dengan manusia, ia bisa bermanfaat kalau waktunya digunakan secara baik untuk menuai kemanfaatan.
<>
Penjabaran di atas, cukup mengemuka dalam amanat Pembina Upacara yang disampaikan Waka Kurikulum SMA Islam Miftahul Ulum M Rasul, di depan ratusan siswa SMP dan SMA Islam Miftahul Ulum, Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Senin (27/2) pagi. Acara upacara mingguan tersebut ditempatkan di halaman Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum, dan atau di halaman masjid Baiturrahman. Tampak pula puluhan PAUD dan TK Mifahul ulum beserta orangtua dan gurunya, berbaris mendengarkan tausiah M Rasul secara khikmat.

“Penting diingat pula pepatah Arab yang menyatakan bahwa waktu seperti pedang. Ini menandakan bahwa waktu juga bisa menjadi petaka bagi kita manakala tidak dimanfaatkan secara optimal. Makanya, kalian selaku pelajar harus memanfaatkan waktu dengan baik,” bebernya.

Pelajar yang pandai memainkan ‘pedang’, lanjutnya, pasti akan menang.

“Kalau tidak, tentu kalah bahkan bisa binasa,” tegasnya.

Pernyataan guru Pendidikan Agama Islam SMA Islam Miftahul Ulum, itu diperkuat dengan penjelasannya tentang surat Al-Ashr.

Dalam surat tersebut, ujarnya, kita mendapatkan ketegasan dari Allah bahwa pada hakikatnya hidup manusia diliputi oleh kerugian, selain orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan.

“Beriman tapi tidak diimbangi dengan berbuat baik, bagi saya tetap merugi. Ini sudah tersurat secara jelas dalam surat Al-Ashr ini. Keimanan dan berbuat baik harus disandingkan,” tambahnya.

Di samping itu, lanjutnya, saling sehat-menasehati juga penting digalakkan oleh pelajar. Menasehati dalam kesabaran, amat penting dilabuhkan dalam kehidupan nyata.

“Misalnya ada teman kalian yang terkena musibah, maka kalian harus menolongnya, memberi semangat hidup sembari menasehatinya agar sabar,” kata M Rasul dengan suara santun.

Pelajar juga harus menjadi suri teladan.

“Terutama yang sudah SMA, harus memberi contoh pada adik-adik kelasnya. Baik dalam belajar, beribadah, dan perilaku tiap harinya,” tandasnya.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang