Klaten, NU Online
“Ilmu itu adalah anugerah terbesar setelah kenabian”, itulah kalimat hikmah yang pernah disampaikan Sufyan ibn Uyainah seperti yang termaktub dalam kitab Irsyadussari karya KH Hasyim Asy'ari.
<>
Sedangkan, Ka'bul Akhbar berkata, seandainya pahala majelis ta'lim itu ditampakkan, maka orang-orang akan berperang berebut untuk datang ke majelis ta'lim. Orang-orang yang berkuasa akan meninggalkan kekuasaannya, orang-orang yang berdagang akan meninggalkan dagangannya.
Begitu besar dan mulianya ilmu, ulama, muallim,dan majelis ta'lim itu. “Maka dari itu, Mbah Hasyim mewanti-wanti untuk menata niat mencari ilmu dengan lurus karena Allah SWT agar pahala ilmu tidak batal dan amal tidak terhapus,” terang Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten, KH Drs Muhammad Nawawi Syafi'i, dalam kajian rutin yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Klaten, Ahad (9/11).
Kiai Nawawi menambahkan, orang yang mencari ilmu untuk kedudukan duniawi, menjatuhkan alim, memusuhi faqih, mencari perhatian, maka tempat adalah di neraka. “Orang alim yang fasiq dan para hafidh yang tidak mengamalkan Al Qur'an, maka akan disiksa lebih dulu daripada para penyembah berhala,” ujarnya.
pengasuh Pesantren Roudlotush Sholihin dan Roudlotush Sholihat itu juga mendorong kepada para jamaah untuk bersemangat mencari ilmu, agar menjadi pengganti ulama, karena bencana terbesar adalah ketika Allah SWT mencabut ilmu-Nya dengan mewafatkan para ulama. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua