Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan
NU Online · Selasa, 3 November 2015 | 14:02 WIB
Waykanan, NU OnlineÂ
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung mengapresiasi kinerja Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan yang bergerak di area edukasi melalui Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) sebagai partisipasi memajukan generasi bangsa.
<>
"Itu sejarah, prestasi luar biasa. Saya katakan sejarah karena baru kali ini Ansor Waykanan ikut konsen memikirkan pendidikan dengan menggelar BPUN. Saya katakan prestasi karena mampu meloloskan lima pelajar memasuki PTN idaman mereka," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Tohir di Blambangan Umpu, Selasa (3/10).
BPUN Mata Air merupakan program utama Yayasan Mata Air yang dipersiapkan bagi pelajar SMA sederajat kelas 12 untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Program tersebut memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, penguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.
Lima dari 14 peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 atau terhitung 35 persen lulus SBMPTN. Mereka adalah, Dicky Afrizal, perwakilan SMAN2 Gunung Labuhan, terjaring di jurusan Biologi Murni, Universitas Lampung (Unila), lalu  Iwan Supriadi, perwakilan SMAN1 Baradatu, diterima di jurusan Agro Teknologi Universitas Jambi, lantas Frastika Maulia, perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu, masuk di jurusan Sosiologi Universitas Sriwijaya. Ketiganya terdaftar sebagai peserta Bidik Misi.
Selanjutnya  perwakilan SMAN1 Baradatu lainnya, Lastri Dwi Saputri, diterima di jurusan Biologi Murni Universitas Bangka Belitung, lantas perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu Suryaningsih, tersaring di jurusan Teknik Pertanian Unila. Keduanya tidak terdaftar sebagai penerima Bidik Misi.
"Itu sudah membuktikan keseriusan Ansor Waykanan," ujar Muhyidin menegaskan.
Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 Lastri Dwi Saputri menegaskan, Sanlat BPUN merupakan program sangat bermanfaat. "Untuk pribadi saya yang haus akan ilmu namun terbatasi oleh materi, program tersebut sangat luar biasa. Melalui Sanlat BPUN, akhirnya saya diterima di PTN idaman dan jurusan saya cita-citakan. Para pelajar di Indonesia pada umumnya dan di Waykanan pada khususnya, tidak patut jika meragukan program tersebut," kata Lastri. (Syuhud Tsaqafi/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua