PMII Jabar Minta Muballigh Sampaikan ajaran Non Kekerasan
NU Online · Ahad, 19 Februari 2012 | 09:35 WIB
Bandung, NU Online
Ketua PMII Jawa Barat Edi Rosyandi meminta para agamaran dan muballigh selaku panutan ummatnya untuk menyampaikan ajaran agama yang penuh cinta damai diantara sesama, nilai-nilai harmoni, bukan justru sebaliknya, menghadirkan nilai kebencian diantara sesama anak bangsa.
Hal ini terkait dengan polemik pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dipandang oleh sebagian kalangan sering melakukan tindakan kekerasan dalam menjalankan misinya.
<>
“Kami juga meminta kepada FPI dan ormas-ormas yang dianggap sering melakukan aksi kekerasan untuk mengedepankan cara-cara dialogis, taat hukum negara dalam menjalankan amar makrauf nahi munkar,“ katanya dalam release yang dikirimken ke NU Online, Ahad ((20/2).
Ia menegaskan, ajaran agama memerintahkan dakwah bil hikmah wal maudhitul hasanah (seruan secara bijak dan contoh-contoh yang baik) dan menyerahkan penegakan hukum pada pihak yang berwenang, bukan justru sebaliknya.
“Kami juga mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum secara benar, tegas, adil tanpa pandang bulu dan tidak melakukan pembiaran atas segala bentuk kekerasan oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya,“ tandasnya.
Menurutnya, maraknya kekerasan oleh ormas mengindikasikan lemahnya kepercayaan public terhadap negera selaku apparatus yang berhak menegakkan hukum sama sekali tidak berdaya. Akibat dari ketidakpercayaan tersebut, sebagian kelompok atau elemen masyarakat dengan mudahnya mengambil tindakan dengan cara jalan pintas dan main hakim sendiri.
“Kepada para pemimpin dan pejabat publik, kami berharap untuk menghentikan pencitraan diri demi hasrat kekuasaan pribadi semata dengan menghambur-hamburkan materi, sebab rakyat sudah lelah dengan janji-janji palsu,“ imbuhnya.
Sementara itu, kepada seluruh elemen masyarakat, PMII menyerukan untuk tidak terpancing oleh upaya adu domba sesama warga negara.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua