Ratusan Jamaah Haji Problinggo Gelar Tasyakuran
NU Online · Jumat, 13 Desember 2013 | 16:00 WIB
Probolinggo, NU Online
Sekitar 470 jamaah haji Kabupaten Probolinggo yang baru datang dari tanah suci menggelar tasyakuran di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Rabu (11/12).
<>
Tasyakuran yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo tersebut dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Munir Kholili dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Moch. Syaiful Hadi.
Tasyakuran ini diawali dengan pembacaan istighotsah dan sholawat nabi yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Munir Kholili. Mereka duduk bersila di atas karpet yang dihamparkan di lantai Pendopo Kabupaten Probolinggo.
Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin menyampaikan, predikat haji yang mabrur itu sudah datang dari Mekah dan amal ibadah yang dilakukan selalu ada peningkatan serta mempertahankan amalan ibadah yang telah dilaksanakan selama di tanah suci.
“Setelah menunaikan ibadah haji, sekarang bagaimana meningkatkan amal ibadah sehari-hari. Laksanakanlah amalan-amalan yang telah dikerjakan selama di Mekkah dan Madinah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Munir Kholili menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo sehingga pelaksanaan ibadah haji mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air dapat berjalan dengan baik.
”Semoga ke depan pelayanan kepada tamu Allah SWT ini dapat terus ditingkatkan sehingga jamaah haji Kabupaten Probolinggo dapat melaksanakan ibadah dengan baik tenang dan lancar untuk memperoleh predikat haji mabrur,” jelasnya.
Tasyakuran tersebut diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Malik Sanusi dari Bondowoso. Dalam ceramahnya, Kiai Sanusi banyak menyampaikan tentang faidah dari memulyakan tamu Allah SWT.
“Allah SWT telah berjanji bahwa barang siapa yang memulyakan tamu Allah SWT dan memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah, niscaya itu tergolong orang yang paling dimulyakan oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua