Kudus, NU Online
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kudus KH Moh.Afif mendukung keinginan IPNU dan IPPNU untuk mengembangkan eksistensinya pada segmen santri. Ia mempersilahkan organisasi pelajar badan otonom NU ini masuk ke pesantren-pesantren di Kudus.
<>
"Silakan ke pesantren, dekati dan kenalkan IPNU-IPPNU kepada kiai dan santrinya," tandasanya kepada NU Online usai menjadi pembicara seminar dalam rangka Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kudus, Ahad (9/11) lalu.
Gus Afif, demikian sapaan akrab kiai muda ini, mengatakan IPNU-IPPNU memiliki basis jelas yakni pelajar, santri, dan mahasiswa. Dengan demikian, sudah menjadi keniscayaan pesantren dengan jumlah ribuan santri perlu diberdayakan.
"Untuk memantapkan hal ini, RMI akan selalu memberi ruang untuk IPNU-IPPNU di pesantren. Bahkan kita tetap bersinergi, bekerja sama dalam melaksanakan program-program untuk kepentingan santri," kata mantan Ketua IPNU Kudus era 80an.
Dalam acara seminar sebelumnya, Gus Afif mengharapkan IPNU-IPPNU sebagai organisasi harus meningkatkan kualitas akademik intelektual. IPNU-IPPNU sanagat membantu kemampuan intelektual guna mencetak kader yang pandai mengaplikasikan ilmu.
"Semuanya ini untuk menyiapkan kader-kader masa depan NU," tegasnya di depan ribuan pelajar NU Kudus.
Disamping itu, IPNU-IPPNU harus meningkatkan hubungan kerja sosial kemasyarakatan melalui komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat tidak terkecuali tokoh-tokoh NU. Hal ini supaya keberadaan organisasi bisa diakui dan dikenal semua lapisan masyarakat.
"Makanya menjadi pengurus IPNU-IPPNU penting mengoptimalkan kinerja untuk kemajuan organisasi. Ingat, IPNU-IPPNU Kudus sejak zaman dulu paling aktif dinamis dibanding daerah lain," pungkas Gus Afif. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua