Pamekasan, NU Online
Pemuda muslim yang tidak menguasai hadis, tergolong merugi. Pasalnya, hadis merupakan salah satu dasar utama dalam keberislaman seseorang. Karenanya, semua muslim harus menguasainya. Utamanya para pemuda sebagai generasi harapan.
<>
Hal demikian ditegaskan salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin, Prenduan, Sumenep KH Fauzi Tidjani, saat menjadi pemateri dalam kegiatan STAIN Pamekasan Kamis (27/11).
"Menguasai Al-Quran, bisa dibilang belum cukup. Sebab, hadis juga berfungsi sebagai penjelas dalam ayat-ayat Al-Quran yang sifatnya global," terangnya.
Di samping itu, Kiai Fauzi juga menekankan, penguasaan hadis tak cukup dimiliki sendiri. Lebih dari itu, penyebaran melalui pendidikan dipandang tak kalah pentingnya.
Pendidikan yang dimaksud, tidak hanya terfokus di lembaga yang bersifat formalitas. Perjumpaan-perjumpaan mingguan atau bulanan yang mengakar di pedesaan, bisa juga dijadikan wahana dakwah hadis.
"Mempelajari sekaligus menguasai hadis merupakan keharusan yang tak terbantahkan," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua