Saat Banjir Mengancam Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah, Relokasi Jadi Ikhtiar Selamatkan Pesantren
NU Online · Rabu, 4 November 2026 | 08:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Pidie Jaya, NU Online
Luapan Krueng Meureudu kembali menyebabkan banjir di sejumlah gampong di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Debit air sungai meningkat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (31/10/2026) petang hingga malam. Puncaknya, air sungai meluap pada tengah malam menjelang Ahad (1/11/2026).
Sejumlah gampong di beberapa kecamatan yang berada di sepanjang aliran sungai turut terdampak. Salah satu kawasan yang mengalami banjir adalah Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua. Di wilayah ini, kompleks Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah, pesantren yang dipimpin Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie Jaya, Abiya Yusri, juga terdampak.
Letak pesantren yang berada di pinggiran Krueng Meureudu membuat kompleks pendidikan Islam tersebut berulang kali menghadapi ancaman banjir. Bagi keluarga besar dayah, luapan sungai bukan lagi persoalan baru, melainkan ancaman yang terus membayangi keberlangsungan pendidikan para santri.
Kondisi tersebut mendorong Abiya Yusri mengambil langkah antisipatif. Menyadari lingkungan pesantren telah menjadi kawasan langganan banjir, ia mulai merintis pemindahan Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah ke lokasi lain yang lebih aman.
Luapan Tengah Malam, Permukiman Ikut Terdampak
Baca Juga
Arti Mimpi tentang Banjir dan Hujan
Hujan deras yang mengguyur Pidie Jaya sejak waktu Magrib pada Sabtu (31/10/2026) menyebabkan debit air Krueng Meureudu terus meningkat. Ketika sebagian masyarakat sedang beristirahat, air sungai meluap dan mengancam permukiman di sepanjang alirannya.
Dampaknya dirasakan masyarakat di sejumlah gampong dan beberapa kecamatan. Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, menjadi salah satu kawasan terdampak, termasuk lingkungan Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah.
Banjir yang terjadi pada tengah malam menghadirkan tantangan tersendiri. Warga harus meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi keluarga dan harta benda. Lingkungan pesantren pun membutuhkan perhatian, terutama terkait keselamatan santri dan perlindungan fasilitas pendidikan.
Baca Juga
Cara Bersuci tatkala Kondisi Banjir
Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan kerentanan kawasan di sekitar daerah aliran sungai ketika curah hujan tinggi mengguyur wilayah hulu.
Pemindahan Dayah
Menghadapi banjir yang terus berulang, terutama setelah banjir bandang pada 25 November 2025 yang menghantam Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah, Abiya Yusri tidak hanya mengandalkan penanganan setiap kali air sungai meluap.
Ia telah mengambil inisiatif untuk merintis pemindahan Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah ke lokasi lain yang lebih aman dari ancaman banjir.
Langkah tersebut menjadi ikhtiar jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan pendidikan para santri. Pemindahan pesantren tentu bukan pekerjaan sederhana karena membutuhkan kesiapan lahan, pembangunan fasilitas, pembiayaan, serta dukungan berbagai pihak.
Namun, rintisan pemindahan tersebut menunjukkan kesadaran bahwa keselamatan penghuni pesantren harus menjadi pertimbangan utama. Ketika sebuah kawasan berulang kali dilanda banjir, solusi jangka panjang perlu dipikirkan agar risiko serupa tidak terus membayangi aktivitas pendidikan.
Keselamatan dan Solidaritas Harus Diutamakan
Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pidie Jaya, Tgk Masrur, turut memberikan perhatian terhadap musibah banjir yang melanda masyarakat dan lingkungan pesantren.
Menurutnya, penanganan banjir harus mengutamakan keselamatan masyarakat, termasuk para santri dan keluarga besar dayah.
“Banjir ini harus menjadi perhatian bersama. Keselamatan masyarakat dan santri harus diutamakan. Kita berharap ada kepedulian dan solidaritas dari semua pihak untuk membantu warga yang terdampak, termasuk lembaga pendidikan dayah,” ujarnya.
Perhatian pemerintah terhadap kawasan yang berulang kali mengalami banjir juga diharapkan semakin meningkat. Dengan demikian, penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang.
Menjaga Tradisi Keilmuan Pesantren
Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Asnawi M. Amin, berharap warga Nahdliyin, baik di Pidie Jaya maupun daerah lainnya, turut membantu Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah di Meurah Dua serta masyarakat terdampak lainnya.
"Di Aceh, dayah bukan sekadar tempat belajar agama. Lembaga pendidikan tradisional ini menjadi ruang pembentukan akhlak, pendalaman kitab kuning, serta pewarisan tradisi keilmuan Islam dari generasi ke generasi," ujarnya.
Gus Asnawi mengatakan, keberlangsungan Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah memiliki arti penting bagi masyarakat. Banjir yang berulang menjadi pengingat bahwa pesantren juga membutuhkan perhatian dalam kebijakan mitigasi bencana.
"Dukungan pemerintah, masyarakat, kalangan Nahdliyin, dan organisasi kepemudaan sangat diperlukan, terutama untuk mendukung ikhtiar relokasi yang telah dirintis Abiya Yusri," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Asnawi menambahkan bahwa ketika Krueng Meureudu kembali meluap, persoalannya bukan hanya bagaimana membersihkan lingkungan setelah air surut. Ada masa depan pendidikan para santri yang harus dijaga dan tradisi keilmuan pesantren yang perlu diteruskan.
"Ikhtiar memindahkan dayah ke lokasi yang lebih aman menjadi harapan agar para santri dapat terus belajar tanpa terus-menerus dibayangi ancaman banjir. Sebab, menyelamatkan pesantren bukan hanya menjaga bangunan, melainkan juga menjaga ilmu, generasi, dan keberlanjutan tradisi pendidikan Islam," pungkasnya.
Terpopuler
1
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
2
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
3
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
6
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
Terkini
Lihat Semua