Santri Guyangan Pati Dipulangkan, Harus Jaga Hafalan Alfiyah dan Qawaid
NU Online · Jumat, 27 Maret 2020 | 00:15 WIB
Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan KH M Najib Suyuthi (tengah) berpose bersama dewan asatidz di depan papan nama pesantren. (Foto: Dok. PPRU Guyangan)
Ali Musthofa Asrori
Kontributor
Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Trangkil, Pati, Jawa Tengah akhirnya mengeluarkan surat edaran yang mengatur mekanisme pembelajaran dan pemulangan santri dalam masa darurat Covid-19. Surat bernomor 26/A/YPRU/III/2020 itu ditandatangani langsung sang pengasuh, KH M Najib Suyuthi.
Baca juga: Bagi Pesantren ini, Hafalan Mengasah Kecerdasan
Baca juga: Cegah Covid-19, Pesantren Guyangan Pati Minimalisasi Kontak dengan Orang Luar
Surat edaran itu juga mengatur mekanisme santri kembali ke pondok dengan klausul wajib diantar orang tua atau wali santri dan diterimakan langsung kepada petugas pondok putra atau putri. Saat mengantar balik ke pesantren, tidak menggunakan transportasi umum. Santri putra kembali Senin, (13/4) sebelum pukul 11 siang. Hal yang sama berlaku untuk santri putri dengan jam berbeda, yakni sebelum pukul 4 sore.
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
5
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
6
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
Terkini
Lihat Semua