Santri Priangan Timur Berlatih Menulis Bersama Surah dan NU Online
NU Online · Ahad, 13 September 2015 | 08:01 WIB
Tasikmalaya, NU Online
Para santri di wilayah Priangan Timur berlatih menulis bersama awak redaksi majalah Surah dan NU Online. Kegiatan bertema “Meningkatkan jiwa kreatif kaum muda NU dengan gerakan menulis” ini dimulai pada Jumat (11/9) dan akan berakhir pada Ahad (13/9).
<>
Para santri tersebut berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Priangan Timur. Peserta berjumlah 23 tersebut berasal dari pesantren-pesantren yang aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalaya Abdul Wahid sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kaum muda harus mengabadikan peristiwa-peristiwa di pesantren. Selama ini pesantren dikenal jago dalam berbicara atau ceramah dan kurang dalam menulis.
Oleh karena itu, ia berharap dengan pelatihan ini kaum muda bisa mendokumentasi dan mempublikasi wejangan atau petuah kiai dan peristiwa di pesantren melalui media massa. Ia menekankan untuk lebih aktif melakukan hal itu di media online. Tujuannya mengimbangi gerakan Islam garis keras.
Menurut Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas menulis pelajar NU. Serta mengupdate berita ke-NU-an agar dibaca siapa pun, khususnya warga NU.
Pada hari kedua, peserta dibagi dua kelompok, yaitu fiksi dan jurnalistik. Kelompok fiksi ditemani awak majalah Surah Dedik Priyanto dan kelompok jurnalistik ditemani Redaktur NU Online Abdullah Alawi. Kelompok fiksi diikuti 13 dan jurnalistik 10.
Di hari kedua juga, pada sore hari, peserta diajak panitia untuk berziarah ke makam pendiri pesantren Cipasung, KH Ruhiat. Makam Rais Syuriyah PCNU Tasikmalaya tahun 1930-an tersebut berada di samping pengimbaran, tempat berdirinya imam ketika memimpin shalat dan wiridan.
Menurut salah seorang ustadz Pesantren Cipasung, Agus RW, posisi makam tersebut berdasarkan keinginan para alumni, warga, dan keluarga agar banyak mendoakannya selepas shalat. (Red: Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua