Santunan untuk "Guru Ngaji" Diharap Tepat Sasaran
NU Online · Selasa, 22 Oktober 2013 | 06:02 WIB
Pamekasan, NU Online
Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberi santunan kepada guru ngaji tiap tahunnya. Bahkan, anggaran bantuan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Kendati demikian, pemerintah didesak untuk serius melakukan pendataan terhadap identitas guru ngaji.
Pasalnya, guru ngaji yang selama ini mendapat bantuan, tak sedikit yang menimbulkan tanda tanya. "Tanda tanya tersebut timbul karena pada pencairan bantuan guru ngaji, baru-baru ini ternyata tak sedikit yang dari pemuda dengan rambut pirang, gondrong, dan beranting," ungkap salah seorang tokoh pemuda NU Pamekasan, Adib Madzkur kepada NU Online, Selasa (22/10).
Pihaknya menilai, guru ngaji itu tidak hanya diukur dari kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, juga bisa memberikan teladan dalam bersikap maupun berpenampilan.
"Terlepas dari itu, guru ngaji di kabupaten yang menerapkan Perda Syariat ini, perlu untuk diadakan pelatihan supaya santri yang mengaji betul-betul maksimal. Kalau tidak, maka kami khawatir santrinya akan jadi brandalan semua," tukasnya.
Sementara itu, salah seorang Pengurus Cabang NU Pamekasan Salman Al-Farisi menyatakan, sangat mendukung gagasan Adib Madzkur. Mantan Ketua Umum PC IPNU Pamekasan ini menilai, guru ngaji itu merupakan salah satu cermin keagamaan yang harus menjadi teladan baik bagi pemuda dan masyarakat secara keseluruhan. (Hairul Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua