Kota Banjar, NU Online
Setiap pelajar pastilah mendapat pengalaman yang berbeda. Gurunyapun juga tidak sama. Jika belajar sesuatupun pasti ada tingkatannya, dan itu mempunyai guru yang berbeda. Maka jangan sampai menyalahkan guru yang dahulu dan membenarkan guru sekarang.Ā
Penegasan ini disampaikan Ustadzah Uli Rifāatul Millah kepada sejumlah santri putrid yang mengikuti kajian yang diampunya.
āJangan sampai menyalahkan guru yang telah mengajarkan kita dahulu.āungkap Ning Uli Rifāatul Millah, Rabu (26/6).Ā
Hal tersebut disampaikan Ning Uli, sapaan akrabnya dalam pengajian Al-Qurāan bersama santri putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat.Ā
Kadang, lanjutnya sering terjadi perbedaan teori yang diajarkan oleh guru yang sekarang dan dahulu. āDan kita bingung mau ikut yang mana,ā kilahnya.Ā
Agar bisa selamat dari berbagai dilema tersebut, yang disarankan adalah mengikuti yang lebih mantap. āSilakan pilih yang lebih pas dengan kita. Tanpa menyalahkan salah satu dari dua atau lebih guru yang berbeda,ā ungkapnya.Ā
Pengajian Al-Qurāan kali ini dimulai dengan membaca taāawudz lalu mengkaji ayat QS An-Nabaā ayat 31. Setiap ayat dijelaskan makhraj dan hukum-hukum bacaan yang terkandung dalam ayat tersebut.Ā
Pada pengajian yang diikuti sejumlah santri putri disebutkan dijelaskan macam huruf, sifat dan mad serta hukum bacaannya.Ā Ā
Menurutnya, setiap huruf hijaiyah mempunyai banyak sifat. āDan setiap huruf mempunyai tempat keluarnya masing-masing,ā ungkapnya.Ā
Selain itu, putri KH Muāin Abdurrohim selaku Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar ini mengaku paling susah mencari huruf qaf.
āSaya dulu waktu belajar di IIQ (Institut Ilmu al-Qurāan, red), paling susah itu mencari huruf qaf. Terus saya sering mengulangnya. Mau ke pasar ke kampus saya selalu melafalkannya. Tapi gak ketemu-ketemu,ākenangnya sedikit menahan tawa.Ā
Tak hanya itu, ia juga memotivasi santriwati dalam belajar al-Qurāan. āSemua ada prosesnya. Apalagi belajar al-Qurāan. Jadi jangan menyerah. Kita harus tekun berlatih mengucapkan huruf hijaiyah agar tepat melafalkan sesuai dengan ketentuannya.ā pungkasnya. (Siti Aisyah/Ibnu Nawawi)