Ta’aruf Pengurus Ansor Wonosobo Periode 2011-2015
NU Online · Kamis, 12 Januari 2012 | 08:41 WIB
Wonosobo, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Wonosobo hasil Konfercab XII, 24-25 Desember 2011 dan Rapat Tim Formatur, 6 Januari 2012 pada Rabu (11/01/12) mengadakan rapat perdana di gedung PCNU Wonosobo, Jalan Kauman Utara No. 15 Wonosobo.
Rapat perdana tersebut dihadiri oleh 65 dari 70 Pengurus harian dan lembaga Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) Kabupaten Wonosobo periode 2011-2015
<>
Dalam sambutannya, Ketua GP Ansor Wonosobo, Asma’khozin mengatakan bahwa rapat perdana ini merupakan pertemuan untuk ta’aruf (perkenalan) antar pengurus dan sharing ide untuk penyusunan program kerja.
“Pertemuan ini merupakan pertemuan perdana untuk ta’aruf antar pengurus dan sharing ide gerak pra-raker yang akan kita gelar pada pertengahan Februari 2012, diharapkan melalui pertemuan ini, para pengurus bisa lebih akrab dan saling sharing untuk penyusunan program kerja produktif lima tahun ke depan,” kata alumni Psikologi UII Yogyakarta ini.
Sementara sekretaris terpilih, Arif Subiyanto menyambut gembira dengan digelarnya acara ini. “Ini merupakan awal yang baik, jumlah kepengurusan periode ini sengaja kita ambilkan dari beberapa kader senior dan alumni IPNU serta kalangan pesantren. Kombinasi ini diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, mengingat, masih ada beberapa program kerja kepengurusan periode 2006-2011 yang belum terselesaikan, terutama dalam bidang ekonomi”.
Beberapa kader senior yang masuk dalam kepengurusan baru ini antara lain, Muhammad Kurnianto (Dansatkorcab), Edi Purnomo (Bendahara), Wahid Prasetyo (Wakil Sekretaris). Sementara alumni IPNU antara lain Mat Toif, Ahmad Rofik, Edi Rohani, Santoso, Latu Menur Cahyadi, dan Mohammad Hasan
Dalam kepengurusan ini terdapat lembaga baru, yaitu Lembaga Penanggulangan Bencana. Keberadaan lembaga ini dinilai sangat penting, mengingat Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten yang sangat rawan bencana. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu terjadi bencana tanah longsor di desa Tieng Kecamatan Kejajar dan di desa Burat kecamatan Kepil yang memutuskan jalur Wonosobo-Purworejo serta terdapat ancaman meletusnya gunung Sindoro yang hingga saat ini masih berstatus waspada II.
PC Ansor Wonosobo sendiri, melalui Banser, pada 2010 telah membentuk SAR Kolodete yang telah berbadan hokum dan mendapatkan rekor muri dalam pelatihan selama 350 jam non stop.
Perkuat Ekonomi
Merujuk pada visi dan misi yang disampaikan oleh ketua terpilih, GP Ansor Wonosobo memfokuskan bidang garapnya pada sector ekonomi kerakyatan, disamping pengkaderan dan kegiatan lainnya.
“Kita harus bisa mengembangkan Koperasi Ansor yang selama ini hanya jalan dalam foto copy dan ATK menjadi koperasi yang dapat mengelola potensi lokal wonosobo yang belum tergarap, pertanian, peternakan dan perikanan serta kuliner khas Wonosobo harus segera kita garap,” ujar Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM, Gatot Sumarlan.
Belajar dari beberapa PAC, PC. Ansor Wonosobo memang harus bisa menggarap ekonomi tersebut. PAC Kertek telah dapat berjalan menggarap pemasaran produk lokal (carika, kripik jamur, opak dan lain-lain), PAC. Garung sudah menggarap Kopsim (Koperasi Simpan Pinjam) dan PAC Kepil telah merintis peternakan ayam kampung dan pemijahan lele. Beberapa potensi ekonomi di Wonosobo memang belum tergarap dengan maksimal.
“Padahal kalau dapat dikelola dengan baik, ini akan menjadi asset sekaligus bisa menghidupi kegiatan organisasi, minimal tidak terlalu kesulitan mendapatkan dana operasional,” ungkap Ketua PAC Kepil yang didaulat sebagai Wakil Ketua PC Ansor Wonosobo, Edi Rohani.
Pertemuan perdana itu merupakan pertemuan PC GP Ansor Wonosobo hasil konfercab XII di Komplek UNSIQ (Universitas Sains Al-Qur’an) Wonosobo. Dalam konfercab tersebut, terpilih sebagai ketua sahabat Asma’ Khozin dengan mendapat dukungan 255 suara. Sementara kandidat lainnya, Arif Subiyanto mendapat 54 suara, Muafani mendapat dukungan 36 suara.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua