Daerah

Tarik Minat, Pengajar Bahasa Arab harus Profesional

NU Online  ·  Senin, 23 Januari 2012 | 08:49 WIB

Sumenep, NU Online
Sebagai bahasa agama, pengajaran bahasa Arab harus dilakukan secara profesional. Kalau tidak, ia akan menjadi bahasa yang kurang begitu diminati oleh generasi muda. Bila ini sampai terjadi, maka masa depan Islam bakal berada di persimpangan jalan. Sebab, sumber utama ajarannya berupa Al-Qur’an dan Hadis Nabi menggunakan bahasa Arab.

Bertitik pijak pada alasan itulah ketua Markaz Bahasa Arab Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Ibnu Hajar, menggelar Pelatihan Mengajar Bahasa Arab selama dua hari, tepatnya pada tanggal 18 sampai 19 Januari 2012 atau 24 sampai 25 Shafar 1433 kemarin.
<>
Pelatihan ini ditempatkan di Auditorium Lantai II Sekretariat Bersama Annuqayah. Terdapat 30 peserta; 20 pengurus Markaz Bahasa Arab Annuqayah dan 10 orang delegasi dari lembaga bahara Arab yang ada di pesantren-pesantren daerah di Annuqayah.

“Fasilitator dalam pelatihan ini ialah orang-orang yang memang sudah ahli dalam penguasaan pengajaran bahasa Arab. Mereka sama-sama alumni pengurus Markaz Bahasa Arab Annuqayah, yaitu KH Moh Muhsin Amir dan Fathorrachman Utsman,” tutur Ibnu Hajar saat diwawancarai Senin (23/1) pagi di rumahnya, Errabu, Bluto, Sumenep.

Sebenarnya, lanjut mantan Penasehat Perpustakaan Annuqayah Latee itu, pelatihan tersebut hendak mendatangkan 3 fasilitator. Karena berhalangan, seorang fasilitator bernama K Moh Naqib Hasan tidak bisa menemani peserta belajar materi Pembelajaran Insya’ (mengarang) dan Muthola’ah (membaca).

“Namun begitu, kiai Naqib (sapaan K Moh Naqib Hasan, red.) menyanggupi kepada kami untuk mengajari peserta di lain kesempatan. Dan saya beserta teman-teman pengurus Markaz mengamini kesudian beliau,” tambah Ibnu Hajar dengan wajah serius, tanpa senyuman.

Adapun materi yang disampaikan oleh KH Moh Muhsin Amir dan Fathorrachman Utsman masing-masing ialah Metode Pembelajaran Bahasa Arab dan Model & Strategi Pembelajaran Efektif.

“Kedua fasilitator tersebut mampu menarik hati semua peserta. Selama pelatihan dan pemaparan materi berlangsung, sulit dijumpai adanya peserta yang kurang serius mendengarkan dan mengikuti pelatihan secara utuh,” tambah mantan pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, itu.

Di samping kendala seorang fasilitator yang berhalangan hadir, ada kendala lain.

“Kendala tersebut berupa informasi dadakan dari kiai Muhsin (sapaan KH Moh Muhsin Amir, red.) bahwa dirinya tidak bisa hadir Rabu pagi sebagaimana jadwal dari panitia. Akhinya, kami pun memindahkan pada sesudah Ashar hingga azan Magrib menyapa,” beber pemuda yang Desember kemarin didaulat sebagai Juara 1 debat ilmiah bahasa arab internasional di UIN Malik Ibrahim Malang.

Kendala yang bersumber dari fasilitator pertama tersebut berdampak pada kendala lain, yaitu tersendatnya peminjaman LCD Proyektor milik Annuqayah karena sore harinya dipakai dalam kegiatan di putri.

“Di surat peminjaman yang kami layangkan ke pengurus pusat Annuqayah ialah pagi hari. Karena pagi hari kiai Muhsin yang menjadi kepala MA 1 Annuqayah Putri ada rapat, jadinya beliau mohon dipindah ke sore harinya. Sehingga, surat peminjaman itu bisa dikatakan tidak berjalan secara efektif lagi,” keluh Ibnu Hajar.

Untunglah, Ibnu Hajar dan pengurus Markaz yang lainnya sigap mencari jalan keluar atas kendala yang menimpa pelatihan. Mereka langsung melayangkan surat permohonan peminjaman LCD Proyektor ke MA 1 Annuqayah Putri. Dan kiai Naqib langsung memberikan persetujuan atas surat tersebut.

Dana yang dikeluarkan dalam pelatihan ini ialah Rp. 350 ribu bersumber dari kas Annuqayah. Kendatipun dananya tidak begitu besar, Ibnu Hajar menyatakan bahwa ilmu yang diperoleh dari pelatihan yang juga diikutinya itu amat besar sekali.

“Sejejak saya melakukan refleksi. Kemudian saya sadar: hasil yang besar, tidak harus diraih dengan dana yang besar,” tuturnya sembari mengembangkan senyuman.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang