Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Subang Ujang Abrehoom mengatakan, banyak hikmah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah meneladani perjuangan Nabi sendiri dalam membangun toleransi antarsesama.
Menurutnya, sebagai pembawa rahmat untuk seluruh alam, agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sudah melakukan toleransi beragaa dalam kehidupan sosial masa itu.
"Kita tahu sejarah Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu mengisyaratkan seluruh komponen yang ada tunduk dalam satu aturan sehingga tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan manapun. Semuanya memiliki hak yang sama," ujar Abrehoom saat dihubungi, Senin (12/12/2016).
Dikatakan, sikap bertoleransi yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW tersebut seyogyanya menjadi suritauladan yang baik bagi para pengikutnya.
"Sikap beliau (Nabi Muhammad,red) mencerminkan bahwa dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara tidak memandang dominasi mayoritas dan minoritas. Semuanya hidup rukun dalam satu Undang-undang," jelasnya.
Sehingga, kata dia, dalam perjalanannya, slogan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman, red) menjadi sebuah keharusan bagi seorang yang beriman untuk mencintai negaranya sendiri.
"Nabi juga memiliki jiwa patriotisme dalam menyebarkan ajaran agama serta hal-hal yang positif lainnya yang patut diteladani seperti aspek sosial, budaya dan ekonomi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua