Daerah

Tiga Santriwati Alif Laam Miim Surabaya Juara 1 Business Plan Gen-Z Santripreneur

NU Online  ·  Sabtu, 7 November 2026 | 08:00 WIB

Tiga Santriwati Alif Laam Miim Surabaya Juara 1 Business Plan Gen-Z Santripreneur

Santriwati MA Alif Laam Miim Surabaya pada Lomba Business Plan Gen-Z Santripreneur. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Surabaya, NU Online

Tiga santriwati Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim Surabaya meraih Juara 1 Lomba Business Plan Gen-Z Santripreneur Surabaya melalui inovasi sampo padat berbahan dasar kulit sirsak yang diberi nama Annora.

 

Ketiga santriwati tersebut adalah Azza Amira Mecca, Najma Azalia Auli, dan Syafira Rahma Wardani. Mereka merupakan siswi kelas X-A yang berhasil mengungguli peserta lain melalui gagasan produk perawatan rambut berbahan alami dengan konsep ramah lingkungan.

 

Kompetisi tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

 

Azza Amira Mecca menjelaskan, gagasan pengembangan Annora berangkat dari kepedulian terhadap pemanfaatan limbah organik dan persoalan kesehatan rambut yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar.

 

“Gagasan ini berangkat dari kepedulian terhadap pemanfaatan limbah organik dan persoalan kesehatan rambut yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar,” ujar Azza dikutip dari NU Online Jaim, Sabtu (7/11/2026).

 

Ia menjelaskan, kulit sirsak dipilih sebagai bahan dasar karena mengandung sejumlah senyawa alami, seperti saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin. Senyawa tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam formulasi produk perawatan rambut.

 

“Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki potensi dalam formulasi produk perawatan, termasuk sebagai bahan pembersih dan sumber antioksidan,” katanya.

 

Selain memanfaatkan limbah kulit sirsak, tim Annora juga mengembangkan konsep produk yang berkaitan dengan persoalan kutu rambut atau Pediculus humanus capitis. Kondisi tersebut kerap menyebabkan gatal dan mengganggu kenyamanan anak usia sekolah.

 

Meski demikian, Azza menegaskan bahwa efektivitas dan keamanan produk untuk mengatasi kutu rambut masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

 

“Tapi efektivitas dan keamanan produk sebagai penanganan kutu rambut tetap memerlukan pengujian lebih lanjut sebelum dapat diklaim sebagai solusi yang terbukti,” ungkapnya.

 

Dalam presentasi final yang berlangsung pada Ahad (1/11/2026), tim Annora memaparkan konsep produk, alasan pemilihan bahan baku, serta keunggulan sampo dalam bentuk padat.

 

Menurut Azza, bentuk sampo padat dipilih karena dinilai lebih praktis dibawa bepergian, tidak mudah tumpah, dan berpotensi mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

 

Selain itu, kadar air yang relatif rendah pada sampo padat berpotensi membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Namun, hal tersebut tetap bergantung pada formulasi, proses produksi, dan kondisi penyimpanan produk.

 

Sebelum meraih gelar juara, tim Annora terlebih dahulu melewati tahapan seleksi hingga terpilih sebagai finalis. Pada babak akhir, mereka mempresentasikan analisis permasalahan, konsep pengembangan produk, serta peluang usaha dari inovasi yang ditawarkan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang