Tingkatkan Militansi Kader, Pergunu Karanganyar Gelar Sarasehan
NU Online · Rabu, 22 Mei 2019 | 05:30 WIB
Karanganyar, NU Online
Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan militansi kader, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menggelar Sarasehan Penguatan Mental Aswaja Guru NU di Gedung PCNU Karanganyar, Selasa (21/5).
Menurut Ketua PC Pergunu Kabupaten Karanganyar, M. Marjuni, profesionalitas dan militansi guru NU perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompleks.
"Aqidah Aswaja An-Nahdliyah di kalangan Guru NU juga perlu dikuatkan,” tukasnya seraya berharap agar Pergunu bisa menjadi contoh bagi Banom NU yang lain, termasuk dalam hal tertib administrasi.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Karanganyar KH Khusaini Hasan menandaskan bahwa guru NU selain harus memiliki landasan Aswaja An-Nahdliyah yang kuat, juga harus dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada saat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar.
"Guru NU selain profesional di bidangnya juga harus memiliki landasan keagamaan yang kuat. Karenanya peran seorang guru dalam masalah keagamaan juga harus diperhatikan, dan dalam proses belajar mengajar, harus bertatap muka (face to face) dengan gurunya. Hal ini penting karena sanad ilmu sangat dibutuhkan hingga sampai kepada Rasulullah SAW," tuturnya.
Di tempat yang sama, Rais Syuriah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya menyatakan, NU adalah golongan yang berpegang pada madzhab tertentu. Katanya, KH. Hasyim Asy'ari dalam qonun asasi NU dinyatakan bahwa di bidang fiqih, NU berpegang pada 4 madzhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali. Sedangkan di bidang akidah mengikuti madzhab Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Manshur Al-Maturidy. Di bidang tasawuf berkiblat pada madzhab Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.
“Itulah yang membuat NU selalu memiliki karakter tawasut, tasamuh, dan tawazun. Sehingga NU dalam berbagai persoalan selalu berada di tengah-tengah. Tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan" pungkas Kiai Hudaya.
Kiai Hudaya berharap acara penguatan mental Aswaja tersebut bisa terselenggara kembali agar guru-guru NU di Kabupaten Karanganyar memiliki jiwa Aswaja An-Nahdliyah yang benar-benar kokoh.
Sarasehan yang diikuti puluhan kader NU tersebut ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh anggota Pergunu dan jajaran PCNU Kabupaten Karanganyar. (Ajie Najmuddin/Aryudi AR).
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
Terkini
Lihat Semua