Tradisi Nusantara Tidak Bertentangan dengan Islam
NU Online · Senin, 7 September 2015 | 18:02 WIB
Jepara, NU Online
Tradisi yang berkembang di Nusantara sejak ratusan tahun silam sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab oleh para Wali maupun Ulama sudah diislamisasi sehingga meski tradisinya bisa saja tinggalan agama lain tetapi ruhnya tetap sejalan dengan ajaran Islam.
<>
Pernyataan ini disampaikan KH Muhammad Syarofudin Ismail saat didaulat menjadi badal Gus Mus dalam pengajian implementasi Islam Rahmatan Lil Alamin di Masjid Baitul Makmur, Jepara, Sabtu (5/9) malam.
Menurut pengasuh pesantren Roudlotut Thalibien Rembang ini, tradisi-tradisi yang dilestarikan hingga saat ini secara lahiriah tidak diubah sama sekali tetapi isinya yang mulanya mengandung akidah agama lain lalu diubah sesuai dengan ajaran Islam semisal tradisi sedekah bumi.
Sehingga hal ini sebut Kiai Syarofudin sejalan dengan Jawa tetap dibawa. Arab digarap. “Budaya Jawa ayo digawa. Arab digarap,” jelasnya kepada ratusan hadirin.
Di belahan Arab, urainya Towaf semasa era jahiliyah dilakukan dengan bertepuk tangan dan telanjang bulat. Oleh Nabi kemudian ritual mengelilingi Ka’bah ini dilakukan seraya membaca talbiyah.
Hal lain ditambahkan KH Mastur. Kiai sepuh yang berdakwah dengan media wayang ini menambahkan wayang merupakan media untuk menunjukkan kepada kebaikan.
Kiai Mastur menerangkan wayang yang dikendalikan dalang bertindak sebagai pengatur perkara yang benar. Jika perkara yang benar itu dilaksanakan tentu akan bernilai pahala.
Ihkwal kebaikan dalam wayang imbuh pengasuh pesantren Al-Istiqomah ini ditandai dengan sosok satria. Sedangkan sosok negatif misalnya di pewayangan ada sosok butho cakil. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua