Ulama Sumenep Khawatir HIV/AIDS Masuk Pesantren
NU Online · Selasa, 27 Maret 2007 | 07:05 WIB
Sumenep, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengkhawatirkan HIV/AIDS akan masuk pesantren.
"Kita memang sedang khawatir HIV/AIDS itu masuk pesantren,"ujar Ketua MUI Cabang Kabupaten Sumenep, KH. Syafraji, di Sumenep, Selasa.
Meski sampai saat ini belum ditemukan virus mematikan tersebut masuk pesantren, kata dia, namun, bila kalangan pesantren tidak mengawasi santrinya dan memberikan pemahaman bahaya pergaulan bebas secara tinjauan medis, maka suatu ketika kasus AIV/AIDS bisa masuk pesantren.
Kekawatiran para ulama saat ini, lanjutnya, atas dasar kasus di Sumenep yang sudah menimpa enam orang. Empat diantaranya sudah meninggal dunia dan dua lainnya dalam pengawasan petugas medis.
Keterlibatan semua pihak, baik penegak hukum serta petugas medis kesehatan, kata dia, sangat menentukan dalam memutus mata rantai HIV/AIDS di wilayah hukum Sumenep.
Selain itu kalangan kiai dan ulama harus lebih gencar lagi memberi pemahaman HIV/AIDS terhadap santri, sehingga kewaspadaan dikalangan santri akan terbagun dengan sendirinya.
Diakuinya, selama ini MUI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, namun tidak cukup tanpa adanya dukungan semua pihak. Artinya, kesinambungan dengan sikap konsisten dalam memberikan sosialisasi bahaya pergaulan bebas termasuk dikalangan remaja secara umum, mustahil HIV/AIDS itu diputus.
"Jadi selain pemutusan penularan HIV/AIDS juga kesadaran terhadap bahayanya perlu dilakukan secara serentak oleh semua pihak," tegasnya.
Ia mengaku tidak ingin mendengar kembali kasus HIV/AIDS menimpa warga Sumenep khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.(ant/dur)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua