Busana Muslim Indonesia Disiapkan Masuki Pasar Internasional
NU Online · Kamis, 25 Juli 2013 | 05:56 WIB
Jakarta, NU Online
Tiga lini busana Muslim asal Indonesia kini tengah disiapkan untuk memasuki pasar internasional melalui program Indonesia Fashion Forward (IFF) yang diselenggarakan oleh Jakarta Fashion Week (JFW).
<>
"Tiga label ini dipilih karena karakteristik mereka kuat sekali," ujar Direktur Kreatif Jakarta Fashion Week Diaz Parzada pada jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Adapun tiga label busana muslim tersebut adalah Dian Pelangi, Jenahara, dan Nur Zahra.
Meski busana muslim namun koleksi ketiga label busana ini dikatakan nyaman dan dapat dikenakan oleh siapa saja meskipun mereka tidak mengenakan jilbab atau hijab.
Hal itu menjadi keunggulan dari tiga label tersebut dibandingkan dengan label busana muslim lainnya.
"Dengan strategi ini tentu saja karya-karya mereka dapat diserap oleh konsumen di berbagai negara dan siap bersaing dengan busana kategori lainnya," jelas Diaz.
Menurut para ahli dari Centre for Fashion Enterprise asal London yang menjadi pembimbing mereka dalam program IFF, karya milik Dian Pelangi dengan kombinasi warna-warni cerah sangat tepat dengan selera konsumen di Eropa dan Timur Tengah.
Selanjutnya adalah karya-karya Jenahara yang pas untuk pasar Eropa Barat dan Amerika dengan gaya rancang yang minimalis dan cenderung berpalet warna-warna monokromatik.
"Kalau Nur Zahra dengan material bahan organik dengan rona alami paling cocok dengan konsumen di Eropa Selatan dan Jepang," imbuh Diaz.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua