Gereja Malaysia Dilempari Molotov Terkait Sengketa “Allah”
NU Online · Senin, 27 Januari 2014 | 17:59 WIB
Jakarta, NU Online
Kepolisian Malaysia mengatakan aparat keamanan meningkatkan patroli di gereja-gereja di Penang setelah dua molotov dilempar ke gereja Katolik di negara bagian Malaysia itu.
<>
Satu molotov meledak tetapi molotov kedua gagal meledak karena jatuh di rumput. Insiden pada Senin pagi (27/01) terjadi di tengah ketegangan sengketa kata Allah. Demikian laporan yang dilansir oleh BBC Indonesia.
Sebagian kalangan di Malaysia mengklaim kata dari bahasa Arab untuk merujuk pada Tuhan hanya boleh digunakan oleh orang Muslim.
Namun kata tersebut juga digunakan oleh umat Kristen yang menggunakan Alkitab berbahasa Melayu/Indonesia dan bahasa-bahasa penduduk asli seperti bahasa Iban.
Pelemparan molotov di gereja di negara bagian Penang terjadi setelah ditemukan spanduk kontroversial dengan kata Allah di luar gereja Ahad (26/01).
Pengadilan banding telah memutuskan bahwa terbitan Katolik, Herald, tidak boleh menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.
Alasannya, penggunaan kata Allah bukan bagian integral dari keyakinan Kristiani walaupun sudah digunakan oleh umat Kristen di Malaysia sejak berabad-abad lalu.
Herald mengajukan banding atas putusan tersebut di tingkat pengadilan federal. Rencananya sidang di tingkat pengadilan federal akan digelar pada 5 Maret mendatang. (mukafi niam)
Ilustrasi: BBC
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
6
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
Terkini
Lihat Semua