Ikhwanul Muslimin Diduga Bentuk Sayap Militer
NU Online · Senin, 10 Februari 2014 | 17:20 WIB
Kairo, NU Online
Pemerintah Mesir menuduh Ikhwanul Muslimin membentuk satu sayap militer untuk menyerang pasukan keamanan, hal ini akan meningkatkan tekanan terhadap kelompok yang sudah menghadapi tindakan keras itu.
<>
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri tampil di televisi untuk mengumumkan bahwa satuan militer itu telah ditemukan, dan menunjuk 12 orang yang katanya sebagai anggota.
Ia mengatakan kelompok itu telah menembak mati lima petugas kepolisian bulan lalu di Provinsi Beni Suef. Demikian diberitakan Reuters.
Pemerintah Mesir telah menindak keras pada Ikhwanul Muslimin sejak panglima militer Marsekal Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan Presiden Mohamed Moursi dari kubu Islam pada Juli.
Kelompok ini telah dicap sebagai kelompok teroris, dan pasukan keamanan telah menewaskan sekitar 1.000 anggotanya di jalan-jalan.
Ikhwanul Muslimin, yang mengatakan pihaknya bertentangan dengan kekerasan, menuduh Sisi yang mementaskan kudeta dan merusak demokrasi.
Televisi pemerintah menayangkan apa yang dikatakan pengakuan oleh salah satu anggota sayap militer. Dia ingat bertemu dengan seorang pria yang dia katakan telah menawarkan untuk mengajarkan dirinya dan orang-orang lain bagaimana menggunakan senjata.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah dukungan militer telah melakukan pelanggaran luas hak asasi manusia dan perbedaan pendapat. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
6
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
Terkini
Lihat Semua