Israel Gunakan Isu Nuklir Iran untuk Alihkan “Kejahatannya”
NU Online · Rabu, 29 Januari 2014 | 17:00 WIB
Teheran, NU Online
Iran mengatakan bahwa Israel menggunakan program nuklir Teheran untuk mengalihkan perhatian dari "kejahatan-kejahatan"-nya terhadap rakyat Palestina.
<>
Israel, bersama dengan negara-negara Barat, telah lama menuduh Iran diam-diam meneruskan program senjata nuklir bersama program sipilnya. Tuduhan- tuduhan itu pun dibantah oleh Teheran.
Selain itu, negara Yahudi itu mengkritik kesepakatan nuklir bersejarah yang dicapai dengan kekuatan dunia pada November.
"Dengan dalih (program) energi nuklir damai Iran, Zionis selalu berusaha untuk mengalihkan perhatian pemerintah dan opini publik negara dari kejahatan mereka sendiri di Palestina," kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP.
Zarif membuat pernyataan tersebut selama kunjungan Jibril Rajub ke Iran. Rajub adalah pejabat senior Otoritas Palestina yang didukung Barat, yang saat ini terlibat dalam pembicaraan perdamaian yang ditengahi AS dengan Israel.
Rajub, anggota senior gerakan Fatah Presiden Palestina Mahmud Abbas, kata kelompok itu "tidak akan berhenti melakukan perlawanan sampai pembentukan pemerintah Palestina merdeka" di Yerusalem timur, yang diduduki dan dianeksasi oleh Israel.
Ia menyerukan "rakyat Iran dan pemerintah mereka untuk melipatgandakan dukungan mereka kepada rakyat Palestina dalam melawan pendudukan dan terhadap rencana Israel untuk me-Yahudi-kan Kota Suci itu dan mengusir penduduknya."
Kesepakatan yang dicapai dengan kekuatan dunia mengharuskan Iran untuk mengekang atau menghentikan kegiatan nuklirnya selama enam bulan dengan imbalan pembebasan sanksi, dan ditujukan untuk mengulur waktu bagi perundingan perjanjian komprehensif untuk menyelesaikan sengketa sedasawarsa lamanya.
Israel memandang program nuklir Iran sebagai ancaman terbesar dan, seperti Amerika Serikat, belum mengesampingkan aksi militer untuk menghentikan atau memperlambat program nuklir Iran.
Iran tidak mengakui Israel dan telah lama mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang berkomitmen untuk kehancuran negara Yahudi, termasuk gerakan Syiah kuat Lebanon Hizbullah. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
4
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
5
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua