Kata WHO soal Kemungkinan Asal-usul Corona dari Kebocoran Lab di Wuhan
NU Online · Rabu, 10 Februari 2021 | 12:35 WIB
Patoni
Penulis
Jakarta, NU Online
Tim dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengumumkan sejumlah hasil penyelidikan terhadap asal-usul virus corona penyebab Covid-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Selain Covid-19 gagal mengidentifikasi hewan sumber virus corona, WHO juga menyangkal bahwa virus corona berasal dari kebocoran Lab di Wuhan.
"Temuan mengindikasikan insiden laboratorium sangat tidak mungkin," kata Kepala Tim WHO Peter Ben Embarek menjelaskan kemungkinan asal Covid-19 dari kebocoran laboratorium dalam konferensi pers seperti diberitakan Reuters, Selasa (9/2).
Sejauh ini para ahli meyakini kelelawar atau mamalia lain bisa menjadi sumber penularan ke manusia, namun tim WHO belum dapat menemukan bukti penular inang perantara. Penelitian juga mengungkap virus bisa terbawa dari makanan beku yang membuka kemungkinan berasal dari luar Wuhan atau sumber yang jaraknya jauh.
"Kemungkinan jalur dari spesies hewan apapun sampai ke pasar Huanan membutuhkan waktu yang sangat panjang dan berbelit-belit yang juga melibatkan pergerakan di perbatasan," kata Embarek.
Embarek menyebut, pengidentifikasian asal virus corona mengerucut pada sumber alami kelelawar, tetapi dikatakan kecil kemungkinannya ada di Wuhan.
Para peneliti dikatakan juga sudah mencari sampel darah warga China yang mengindikasikan virus beredar lebih dulu dari perkiraan.
"Dalam upaya memahami gambaran Desember 2019 kami melakukan pencarian yang sangat detail dan mendalam untuk kasus-kasus lain yang mungkin terlewatkan, kasus-kasus lebih dulu pada 2019," ucap Embarek.
Liang Wannian, kepala panel ahli dari China, mengatakan, ada bukti infeksi Covid-19 yang bisa mendahului 'beberapa pekan' dari kasus pertama yang terdeteksi.
"Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa mengesampingkan bahwa itu beredar di daerah lain dan penyebarannya tidak dilaporkan," kata Wannian.
Tim WHO berada di Wuhan selama hampir sebulan sejak 14 Januari untuk meneliti jalur perjalanan pandemi. Setelah melakukan karantina di hotel selama 14 hari, para ahli mengunjungi banyak tempat termasuk pasar makanan laut Huanan, lokasi pertama orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua