Oposisi Suriah Terpecah Jelang Perundingan
NU Online · Selasa, 21 Januari 2014 | 17:11 WIB
Beirut, NU Online
Kelompok oposisi utama Suriah pada Senin malam menyatakan kesediaan untuk mengikuti perundingan damai pada pekan ini setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membatalkan undangannya kepada Iran--yang merupakan negara sekutu utama rezim Presiden Bashar al Assad.
<>
Meskipun demikian kelompok oposisi besar Suriah lainnya di pengasingan, Dewan Nasional Suriah (SNC) justru menyatakan akan keluar dari koalisi nasional Suriah sebagai bentuk protes atas perundingan damai Jenewa II.
SNC menyatakan bahwa keterlibatan dalam perundingan damai di Jenewa berarti mengingkari "komitmen" untuk tidak melakukan negosiasi selama Bashar masih berkuasa.
Sebelumnya Koalisi Nasional Suriah dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka "menyambut baik keputusan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang membatalkan undangan kepada Iran, mengingat Iran tidak memenuhi pra-syarat untuk terlibat dalam konferensi perundingan damai Jenewa II."
Dalam pernyataan itu, disampaikan bahwa mereka "bersedia untuk berpartisipasi" dalam perundingan yang bertujuan untuk mencapai "transisi politik." Sampai sejauh ini, kelompok tersebut masih bersikeras bahwa Presiden Bashar harus mundur dari jabatannya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon secara mendadak mengeluarkan Iran dari perundingan damai yang akan dilangsungkan pada pekan ini di Swiss setelah negara tersebut menolak untuk menyatakan mendukung dibentuknya pemerintah transisional sebagai cara mengakhiri perang saudara di Suriah.
Keputusan pencabutan undangan untuk Iran tersebut diambil kurang dari 24 jam setelah undangan dikirimkan.
Ban mengambil keputusan tersebut setelah didesak oleh kelompok oposisi Suriah dan Amerika Serikat yang meminta undangan dibatalkan jika Iran tidak mendukung deklarasi Suriah yang diputuskan oleh sejumlah negara besar di Jenewa pada 2012 lalu.
Sementara itu Bashar sendiri kembali menyatakan tidak akan mengundurkan diri oleh desakan kelompok oposisi dan masyarakat internasional, demikian laporan AFP. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
4
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
Terkini
Lihat Semua