Istanbul, NU Online
Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin oleh KH Musthofa Aqil (Tatib Syuriyah) sempat menemui masyarakat NU di Turki.<>
Rabu Rabu (20/3) malam, bertempat di lobi hotel Linda Istanbul, perwakilan Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) Turki mengucapkan selamat datang dan sedikit memaparkan aktivitas PCINU Turki.
“Saya mewakili rekan-rekan PCINU Turki baik yang saat ini berada di Istanbul, di luar kota Istanbul dan sedang di Indonesia mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kesediaan para Kiai menemui kami, setelah beberapa pekan lalu kami juga mendapat tamu kehormatan dari rombongan PBNU yang dipimpin Kiai Said Aqil, kami sangat senang atas kunjungan seperti ini.” ujar M. Syauqillah, Katib Syuriah PCINU Turki.
Selanjutnya KH Musthofa Aqil K.menyampaikan support dan dukungannya terhadap segala aktivitas yang dilakukan PCINU Turki.
“Saya bangga dengan generasi muda NU baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri, mengenai anggota PCINU Turki yang memiliki background pendidikan beragam yaitu tidak hanya agama, ada yang politik, teknik, pendidikan, sains dan lain-lain justru ini yang kita butuhkan, ke depan kader NU harus mampu mengisi segala sektör bidang pengetahuan demi kemajuan bangsa Indonesia”, ujar KH Musthofa.
Perjumpaan malam itu menjadi penuh keberkahan dengan kehadiran dan tausiyah dari Syekh Muhammad Fadhil Jailani yang merupakan keturunan ke-25 dari Seikh Abdul Qadir Jailani dan juga merupakan penyusun kembali tafsir Al-Jailani.
Rombongan yang terdiri dari KH Musthofa Aqil (Katib Syuriyah), KH Zulfa Mustofa (Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM)), KH Mahfudz Asirun An-Nadawy (wakil Ketua LBM), H Nasrullah (Sekretaris LBM) berada di Istanbul selama dua hari untuk membahas kerjasama-kerjasama antara PBNU dengan beberapa organisasi di Turki.
Setelah menyelesaikan agenda di Turki rombongan langsung bertolak ke Maroko selama enam hari untuk beberapa agenda penting diantaranya undangan mengisi seminar, kerjasama beasiswa dan perayaan Maulid Nabi yang difasilitasi oleh KBRI Maroko Ibu Dr. Mariam Ait Ahmed.
Pertemuan yang khidmat tersebut akhirnya ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Seikh Muhammad Fadhil Jailani.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Budy El Sugandi
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua