Seknas FITRA Dorong PBNU Perkuat Fondasi Organisasi untuk Peran Global NU
NU Online · Ahad, 5 Juli 2026 | 12:15 WIB
Halaqah Pra Muktamar Qo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Ummat? di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026). (Foto: Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Badiul Hadi, menilai bahw Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) perlu memperkuat fondasi organisasi untuk menopang perannya di tingkat global.
Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penguatan aplikasi atau transformasi digital, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, struktur, dan kelembagaan organisasi.
Baca Juga
Peran NU dalam Menangkal Radikalisme
Hal itu disampaikan Badiul saat acara Halaqah Pra Muktamar Qo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Ummat? di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026).
"Fondasi global ini memerlukan tata kelola yang luar biasa. Tidak hanya digdaya secara aplikasi, tetapi juga digdaya secara struktural dan digdaya secara organisasi. Itu penting," katanya.
Badiul mengatakan, NU sendiri telah memiliki ekosistem yang sangat kuat, terutama dari sisi kultural. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan modernisasi organisasi ke depan akan semakin besar sehingga tata kelola organisasi perlu terus diperkuat.
Baca Juga
Peran NU Jelang Reformasi
"Kegelisahan yang luar biasa di tubuh PBNU itu menunjukkan adanya tantangan tata kelola organisasi yang lebih modern ke depannya, dan itu mau tidak mau harus diikuti karena semangat berdirinya NU adalah semangat yang luar biasa dalam politik global," katanya.
Ia menegaskan, sejak awal berdirinya melalui perjuangan Komite Hijaz yang dipelopori KH Abdul Wahab Hasbullah atas mandat KH Hasyim Asy'ari, hingga masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), NU selalu memiliki orientasi global.
Lebih lanjut, Badiul menilai bahwa langkah yang ditempuh PBNU selama ini pada dasarnya sudah berada di jalur yang tepat. Ia mengungkapkan, PBNU mulai memfokuskan diri pada penguatan kampanye dan peran NU di tingkat global.
Baca Juga
Peran NU untuk Perdamaian Dunia
Sementara yang lain, lanjutnya, penguatan basis kultural didelegasikan kepada pengurus di tingkat pengurus wilayah, pengurus cabang, majelis wakil cabang, hingga pengurus ranting. Menurutnya, pembagian peran tersebut merupakan strategi yang lebih ideal dalam pengembangan organisasi.
"PBNU memang tugasnya membangun hal-hal yang lebih besar. Adapun urusan kultural, seperti pesantren, madrasah, dan lainnya, serahkan kepada pengurus di bawah karena itulah konteks yang hari ini dituntut masyarakat," katanya.
Pelayanan Optimal NU Dongkrak Jumlah Nahdliyin
Badiul menambahkan, salah satu faktor yang mendorong terus meningkatnya jumlah warga NU adalah tetap optimalnya pelayanan organisasi di tengah masyarakat.
"Kenapa jumlah warga NU bertambah? Karena pelayanan NU tetap optimal di masyarakat, diakui atau tidak. Jangkauannya semakin luas, mulai dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua PBNU Savic Ali menambahkan, salah satu faktor utama yang membuat NU tetap bertahan adalah luasnya jaringan kelembagaan yang dimiliki, mulai dari pesantren, madrasah, masjid, hingga musala. Menurutnya, jaringan tersebut menjadi fondasi sosial yang membuat NU tetap kuat di tengah berbagai perubahan.
Lebih lanjut, Savic mengungkapkan bahwa ia sempat memperkirakan modernisasi dan industrialisasi akan menyebabkan jumlah warga NU menurun. Namun, kenyataan menunjukkan hal yang berbeda.
"Kekhawatiran NU akan menurun saya kira tidak akan terbukti. Artinya, NU punya kapasitas sedemikian rupa untuk bouncing lewat berbagai tindakannya, lewat aktor-aktornya. Kader-kader NU ada banyak sekali di berbagai bidang," terangnya.
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
5
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua