Pemerintah Filipina Bertekad Loloskan Pembentukan Negara Muslim Moro
NU Online · Ahad, 9 Februari 2014 | 17:58 WIB
Cotbato, NU Online
Pemerintahan Presiden Filipina Benigno Aquino berjanji untuk "membuat jalan" untuk meloloskan Hukum Dasar Bangsamoro untuk pembentukan negara bagian Muslim di Filipina selatan pada akhir tahun ini, kata pejabat senior di sini Sabtu.<>
Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Filipinah Mar Roxas membuat pengumuman di sini saat peresmian kantor Komite Peralihan Bangsamoro (BTC), yang bertugas untuk menyusun Hukum Dasar atau Undang-Undang Dasar Bangsamoro, kata Aquino bersama dengan koalisi politiknya, yang bertekad untuk mengakhiri sedasawarsa konflik di bagian selatan negara itu.
"Kepemimpinan Presiden Aquino memastikan dan memantau berbagai peristiwa, khususnya mengenai isu dari bagian Hukum Bangsamoro. Jika perlu, kami akan menjalani debat selama 24 jam, karena kita tidak akan menunda itu sebagai taktik legislatif untuk mengatakan tidak," kata Roxas menekankan seperti dilansir Xinhua.
"Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami akan mencari cara," tambahnya.
Panel perdamaian pemerintah dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) menyelesaikan Persetujuan Kerangka Kerja mereka mengenai Bangsamoro dengan menandatangani lampiran yang terakhir bulan lalu di Malaysia .
BTC mengharapkan untuk menyerahkan rancangan Hukum Dasar kepada Presiden Aquino, sebagai piagam bagi negara bagian Bangsamoro di masa depan, pada Mei.
Kemudian, Aquino akan mendukung dokumen itu ke Kongres untuk disahkan sebagai bagian penting dari undang-undang. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua