Pemerintah Saudi Indikasi Adanya Unsur “Ekstremis” di Kepolisian Syariah
NU Online · Rabu, 5 Februari 2014 | 17:07 WIB
Jakarta, NU Online
Kepala Kepolisian Syariah Arab Saudi mengatakan sebagian anggota angkatan kepolisian tersebut adalah ekstremis yang perlu dikeluarkan dari kepolisiannya.<>
Sheikh Abdel Latif al-Sheikh dikutip oleh surat kabar Arab Saudi yang menyebutkan para kaum ekstremis seperti itu berusaha memicu pemberontakan di dalam negeri, sebagaimana dilansir oleh BBC Indonesia.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah kemarin diterbitkan dekrit raja berisi larangan bagi warga Arab Saudi bertempur di luar negeri.
Mereka yang melanggar peraturan terbaru itu diancam dengan hukuman penjara antara tiga hingga 20 tahun.
Ancaman hukuman ini juga berlaku bagi warga Arab Saudi yang menjadi anggota organisasi yang masuk dalam daftar organisasi teroris versi pemerintah.
Puluhan anak muda Saudi telah pergi ke Suriah untuk bertempur bersama kelompok-kelompok pemberontak di sana.
Arab Saudi mendukung beberapa kelompok pemberontak di Suriah. Namun pemerintah khawatir para pejuang yang mengusung ideologi jihad bisa mengalihkan perhatian ke tanah air mereka sendiri.
Hal itu pernah terjadi sebelumnya ketika warga Arab Saudi kembali dari negara-negara konflik di Bosnia dan Afghanistan. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua