Cerita Peternak Lebah Madu di Kendal Jateng Hadapi Musim Kemarau
NU Online · Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Kendal, NU Online
Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah sejak beberapa bulan ini tak hanya mengeringkan lahan dan menyulitkan petani mendapatkan air, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha peternak lebah madu. Berkurangnya hujan membuat tanaman cepat layu dan bunga berguguran, sehingga sumber nektar dan tepung sari bagi lebah semakin terbatas.
Peternak lebah jenis Apis mellifera asal Kendal, Jawa Tengah, Nazlal Firdaus Kurniawan, mengatakan koloni lebah harus digembalakan dari satu daerah ke daerah lain mengikuti musim bunga. Ketika bunga habis, peternak harus segera memindahkan koloni agar lebah tidak mengonsumsi kembali madu yang telah dikumpulkan.
Selain pakan, kebutuhan air menjadi persoalan serius. Satu drum berkapasitas 1.000 liter dapat habis dalam beberapa hari untuk sekitar 50 kotak lebah. Kemarau panjang juga memperpendek masa bunga dan menurunkan produksi madu.
Dalam kondisi paceklik, hasil panen bahkan tidak cukup menutup biaya tenaga kerja, transportasi, survei lokasi, dan sewa lahan. Peternak akhirnya harus terus berpindah mengikuti ketersediaan sumber pakan.
Selengkapnya di https://jateng.nu.or.id/regional/bunga-berguguran-air-menipis-nestapa-peternak-lebah-menghadapi-kemarau-panjang-6gKbw
Terpopuler
1
Digugat ke MK, Pemohon Sebut Masyarakat Dipaksa Menyetujui Program KDKMP
2
Khutbah Jumat: 3 Pesan Rasulullah untuk Meraih Keselamatan Hidup
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
5
Kemenhaj Buka Lowongan Maganghub bagi Lulusan S1, Pendaftaran hingga 4 November
6
Perjuangan dan Dedikasi Nyai Shinta Nuriyah: Dari Sahur Bersama hingga Kesetaraan Gender
Terkini
Lihat Semua