Ijazah Asmaul Husna yang Ditinggalkan KH Amdjad Al Hafidz untuk Siapa Saja
NU Online · Rabu, 4 November 2026 | 19:30 WIB
KH Amdjad Al Hafidz telah berpulang pada Selasa, (3/11/2026), tetapi ijazahnya masih bisa disimak siapa saja. Dalam sebuah video ijazah Asmaul Husna, penyusun nadham Bismillahi bada’na itu berbicara kepada para penonton NU Online yang dikutip NU Online Jateng Rabu (4/11/2026) dengan gaya yang sama seperti di majelis-majelisnya: lugas, sesekali berbahasa Jawa, dan penuh gurauan. Ia memimpin bacaan, memberikan ijazah, lalu menerangkan cara mengamalkannya.
Ia tidak mempersulit jalan menuju amalan ini. Siapa pun yang ingin mengamalkan, katanya, tidak harus menunggu kehadirannya. Bahkan meminta ijazah melalui ponsel pun tidak masalah.
Pegangan pokoknya tetap sama: membaca Asmaul Husna sedikitnya satu kali, terutama selepas shalat. Kiai Amdjad menjelaskan harapan di balik anjuran itu. Shalat manusia sering kali jauh dari baik. Dengan menyertakan asma Allah setelahnya, ia berharap kekurangan itu tertutup, sehingga pada hari kiamat shalat tersebut diterima sebagai shalat yang baik. Ia menyebut Asy-Syakur, Yang Maha Mensyukuri, sebagai sandaran harapan itu.
Lihat: Ijazah Asmaul Husna dari KH Amjad Al-Hafidz
Amalan ini, tuturnya, tidak hanya untuk kalangan alim. Walaupun orang awam, harapannya tetap besar untuk selamat di akhirat. Doa tambahan pun boleh dipanjatkan sendiri, termasuk dengan bahasa Jawa.
Proposal Bernama Asma Allah
Bagian paling khas dari penjelasannya adalah soal hajat. Menjelang pekerjaan penting, ujian, atau keperluan lain, ia menganjurkan mujahadah dengan membaca Asmaul Husna tujuh kali, lalu menyampaikan keinginan itu kepada Allah. Asma Allah ia ibaratkan sebagai proposal yang diajukan seorang hamba.
Contohnya sangat sehari-hari: orang yang hendak membeli motor. Jangan langsung ke toko, kata Kiai Amdjad, tetapi bersama Allah dulu. Tanpa itu, kegembiraan memiliki sesuatu bisa berubah menjadi penyakit sombong. Hal yang sama berlaku bagi orang yang bekerja di toko, pasar, atau pabrik: mintalah dahulu kepada-Nya, supaya tidak lupa siapa yang memberi rezeki.
Keyakinan itu ia sandarkan pada janji Allah:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.’” (QS Ghafir [40]: 60)
Surat Izin Menggoda
Gurauannya muncul ketika membahas setan. Menurut Kiai Amdjad, setan memang punya SIM: Surat Izin Menggoda manusia. Namun, izin itu berhenti di hadapan hamba yang berlindung kepada Allah. Ia lalu merujuk pada ayat di juz 15:
اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau tidak memiliki kekuasaan atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Pelindung.” (QS Al-Isra’ [17]: 65)
Lihat: Lebih Dekat dengan KH Amjad
Sepertiga untuk Sedekah
Dari zikir, nasihatnya bergerak ke harta. Kiai Amdjad mengingatkan bahwa harta dan ilmu akan ditanyakan pada hari kiamat. Karena itu, ia memberi hitungan sederhana: sepertiga penghasilan untuk sedekah, dua pertiga untuk keluarga. Kalau gaji 30 juta, 10 juta dikeluarkan.
Ia juga mengkritik cara pandang yang menurutnya terbalik. Kesenangan disangka berupa mobil bagus, rumah bagus, dan bayaran besar. Padahal, itulah cinta dunia. Rebutan pengaruh dan semacamnya, katanya, semua urusan dunia. Bagi Kiai Amdjad, yang semestinya dilihat adalah Pemilik bumi, langit, dan rezeki itu sendiri.
Ia pun bercerita tentang perjalanannya ke Tanah Suci, termasuk tugas sebagai petugas haji yang datang tanpa ia minta. Baginya, itu tanda bahwa “proposal” Asma Allah telah sampai.
Mengisi Sisa Umur
Menjelang akhir video, Kiai Amdjad kembali ke pesan yang telah ia ulang selama puluhan tahun: rutinkan Asmaul Husna, minimal satu kali. Ia menyebutnya sebagai pengisian sisa umur yang ada.
Sisa umur itu kini telah ia tunaikan. Yang tertinggal adalah ijazah yang ia buka lebar untuk siapa saja. Mengamalkannya, sekali saja setiap selesai shalat, mungkin cara paling sederhana untuk mendoakan beliau. Lahul-Fatihah.
Terpopuler
1
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
2
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
3
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
6
Perjuangan dan Dedikasi Nyai Shinta Nuriyah: Dari Sahur Bersama hingga Kesetaraan Gender
Terkini
Lihat Semua