NU Peduli Pasuruan Salurkan Air Bersih ke 10 Titik di Tengah Kekeringan
NU Online · Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB
Pasuruan, NU Online Jatim
Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu membuat masyarajat kesulitan mendapatkan air bersih untuk digunakan sehari-hari.
Merespons kondisi itu, NU Peduli Pasuruan melalui sinergi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Penyaluran dilakukan di 10 titik lokasi yang mengalami krisis air bersih di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/09/2026).
Ketua LAZISNU Kabupaten Pasuruan, Ustadz Nur Kholis Majid, mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi membuat kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, khususnya untuk konsumsi, semakin mendesak.
“Krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan dalam beberapa bulan terakhir berdampak serius pada kehidupan warga. Kesulitan mendapatkan air layak konsumsi membuat kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum, menjadi sangat mendesak,” jelasnya kepada NU Online Jatim.
Menurutnya, NU Peduli hadir sebagai bentuk kepedulian dan respons kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak. LAZISNU berperan dalam penggalangan dana dan dukungan armada, sementara tim LPBINU membantu pelaksanaan respons di lapangan.
“Bantuan utama yang kami salurkan adalah air bersih siap konsumsi untuk memenuhi kebutuhan harian dan air minum warga yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin turut membantu penanganan krisis air bersih dapat menyalurkan infak melalui rekening LAZISNU Kabupaten Pasuruan di Bank Syariah Indonesia (BSI) 1061599815 atas nama LAZISNU.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua