Pengasuh Assunniyyah Kencong Jelaskan Cara agar Anak Jadi Pembawa Kebahagiaan
NU Online · Selasa, 14 April 2026 | 07:00 WIB
Lumajang, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong Jember, KH Ahmad Ghonim Jauhari, menjelaskan bahwa anak tidak selalu hadir sebagai kebahagiaan semata, melainkan juga sebagai bentuk ujian dari Allah SWT atau bahkan sebagai musuh orang tua itu sendiri.
Gus Ghonim, sapaan karibnya, menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an anak terbagi dalam tiga kategori. Pertama, anak yang menjadi musuh bagi orang tuanya. Kedua, anak yang menjadi fitnah atau cobaan. Ketiga, anak yang menjadi qurrata a’yun, yakni penyejuk hati yang membawa ketenangan dan kebahagiaan.
“Untuk menjadikan anak sebagai qurrata a’yun itu tidak mudah, butuh perjuangan,” ujarnya dalam acara Halal Bihalal Alumni Ma'had Assunniyyah (Almas) wilayah Lumajang di Desa Tempursari, Kedungjajang, Lumajang, Ahad (12/04/2026).
Ia mencontohkan pengalaman pribadinya yang sempat memiliki kekhawatiran jika memiliki anak laki-laki yang dalam benaknya akan lebih ruwet dan nakal dibanding anak perempuan
"Ternyata memiliki anak bukan tentang laki-laki atau perempuannya, hal paling pentingnya adalah peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Salah satu kunci utamanya adalah memastikan bahwa anak tumbuh dari rezeki yang halal dan jauh dari unsur syubhat," jelasnya.
Gus Ghonim pun mengisahkan nasihat dan pengalaman dari ibunya yang sangat berhati-hati dalam memberikan nafkah kepada anak-anaknya dari hasil jualan di warung.
"Ibu saya bilang, beliau disuruh Abah agar kiriman anaknya diambilkan dari uang hasil warung dan bertani, karena itu diyakini jauh dari syubhat,” ujarnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua