Jakarta, NU Online
Bukan saja kekeringan, sejumlah daerah di Indonesia juga dilanda kebakaran. Di antara hal yang diharapkan kini adalah turunnya hujan. Nabi Muhammad saw juga pernah melangitkan harapan agar lekas turun hujan. Riwayat ini termaktub dalam kitab al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu yang ditulis Imam Abu Bakr al-Thurthusyi al-Andalusi (450-520 H).
Di dalam kitab tersebut, ada sejumlah doa Nabi Muhammad saw yang dipanjatkan saat mengharapkan turunnya hujan. Hal ini sebagaimana ditulis Ustadz Muhammad Afiq Zahara, alumni PP. Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah dalam artikelnya yang berjudul Ragam Doa Meminta Hujan Nabi Muhammad yang dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Pertama, doa yang mengandung permohonan hujan yang menyuburkan, tidak membahayakan, dan bermanfaat. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.
اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ
Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda.”
Kedua, doa yang dilangitkan Nabi Muhammad saw atas permintaan seorang Badui yang mengeluh binatang ternaknya banyak yang mati dan anak-anak tidak pernah kenyang karena kelangkaan susu untuk diminum. Mendengar curhatan itu, Nabi Muhammad saw berdiri di atas mimbar, bertahmid dan memuji Allah dan mengangkat kedua tangannya seraya berdoa sebagai berkut.
اللهمّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا سَرِيْعًا مَرِيْعًا غَدَقًا طَبَقًا، عَاجِلًا غَيْرَ رَائِفٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ تَمْلَأُ بِهِ الضَّرْعُ، وَيَنْبُتُ بِهِ الزَّرْعُ وَتُحْيِي بِهِ الْأَرْضُ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ
Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, segera, menyuburkan, lebat, merata, segera tanpa kelambatan, bermanfaat tanpa bahaya. Hujan yang dapat memenuhkan ambing (kantong kelenjar) susu binatang ternak, yang menumbuhkan tanaman, yang menghidupkan tanah setelah mati (karena kekeringan).”
Baca Juga
Doa Ketika Turun Hujan
Ketiga, doa yang mengandung permohonan turun hujan untuk hamba-hamba Allah, dan binatang-binatang ciptaan-Nya, serta dihidupkannya lagi negeri yang sebelumnya mati karena kekeringan. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas.
اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang (ciptaan)-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati.”
Keempat, doa ini dilangitkan saat banyak orang mengeluh tanah-tanah mereka tandus karena keterlambatan musim penghujan sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Dawud. Mendengar curhatan itu, Rasulullah berjanji akan menemui mereka lagi nanti. Lalu, diceritakan Sayyidah Aisyah, Nabi kembali menemui mereka setelah matahari terbit.
Saat itu, Rasulullah saw menegaskan bahwa Allah swt telah memerintahkan berdoa dan menjanjikan kekabulan doa tersebut. Kemudian Rasulullah saw membaca doa berikut.
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ, وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلْيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَي حِيْنٍ
“Segala puji milik Allah, Tuhan seluruh semesta, yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, Tuhan yang menguasai hari pembalasan. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Engkau yang Mahakaya, sedangkan kami makhluk yang membutuhkan, turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan dan pencapaian hingga akhir masa.”
"Setelah itu, Rasulullah mengangkat tangannya hingga terlihat dua ketiak putihnya, lalu membalikkan tubuhnya ke arah orang-orang. Beliau lantas melaksanakan shalat dua rakaat," tulis Ustadz Afiq.
Di setiap rakaat shalat tersebut, lanjutnya, Rasulullah saw membaca, “Mâ syâ’allâh” dan “Subhânallâh”. Tetiba, suara guntur terdengar dan hujan pun turun dengan lebat sampai memenuhi masjid.
Nabi Muhammad saw tersenyum lebar hingga terlihat gigi gerahamnya ketika melihat orang-orang bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing. Kemudian Rasulullah saw berkata berikut.
“Aku bersaksi bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya.”
Terpopuler
1
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
5
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
6
Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
Terkini
Lihat Semua